Kenal di Facebook, Investasi, Uang Tak Kembali

BATU - Julisa Cancerita alias Mirna Cempluk, 35, warga Jl Telaga Golf, Araya, Kota Malang akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Batu, rabu (2/8) sekitar pukul 15.30. Mirna datang memakai baju warna putih sejenis sweater bersama pembantunya yang bernama Aci.
Meskipun rumahnya yang ada di Kota Malang, Selasa (1/8) malam diserbu para member, Mirna yang rambutnya berwarna coklat ini mendatang Mapolres Batu dengan wajah segar. Seperti tidak terjadi apa-apa, pun tak terlihat kerisauan di wajah wanita ini.   
 Di dalam ruangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Batu, keduanya diperiksa. Mirna diperiksa di ruangan Seksi Pidana Khusus (Pidsus) sementara Aci diperiksa oleh polisi di ruangan Pidana Umum (Pidum) bersama beberapa orang korban. Keduanya masih diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam kasus investasi bodong yang dialami oleh 73 korban yang tinggal di Malang Raya. 
Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa Mirna Cempluk sudah diamankan di Mapolres Batu dan kini dalam pemeriksaan penyidik Satreskrim Polres Batu.  “Yang bersangkutan datang sendiri ke Polres Batu karena sudah tahu ada laporan dari korban,” ujar Kapolres. Ia mengatakan, saat ini Satreskrim Polres Batu fokus dengan penyidikan terhadap Mirna dan mendalami keterangan korban.
Hingga saat ini ada dua korban yang melapor ke Polres Batu. Satu korban lagi polisi melakukan penyelidikan jemput bola saat memeriksa, karena yang bersangkutan baru saja melahirkan. Dua korban yang diperiksa berinisial HE dan DF, sementara korban yang dimintai keterangan bernama RA. Berbekal pemeriksaan tersebut, polisi pun melakukan pencarian terhadap Mirna Cempluk.
Belum sampai polisi menemukan posisi Mirna, wanita yang dahulu tinggal di Jakarta ini menyerahkan diri ke Polres Batu. Sebelumnya, Selasa (1/8) sekitar pukul 23.00, 10 orang korban datang untuk melaporkan kasus ini. Di antara 10 korban itu, ada yang ditemui langsung oleh Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto dan Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Dzakiy Dzul Karnaen. “Korban masih kita mintai keterangan,” ujar kapolres.    
Berdasarkan pengaduan tersebut, Polisi pun melakukan pemeriksaan terhadap beberapa orang korban, hingga akhirnya kemarin tercatat dua orang saksi korban diperiksa dan satu orang korban diperiksa di rumahnya karena baru saja melahirkan.
Di Kota Batu, tercatat ada lima korban. Meskipun para korban dirugikan jutaan hingga puluhan bahkan ada yang ratusan juta, namun tidak ada satu pun yang bersedia melaporkan ke polisi karena malu. Selain malu dengan lingkungan dimana mereka tinggal, ada yang khawatir dimarahi oleh suami karena mengiventasikan sejumlah uang tanpa sepengetahuan suami. Ada juga korban yang memilih tidak melapor karena sudah mengiklaskan dana yang sudah diinvestasikan ke Mirna. 
Seperti salah satu korban yang ditemui Malang Post dikediamannya. Sambil menangis, korban mengatakan tidak bisa memberikan keterangan karena menjadi korban penipuan dianggap aib yang tidak boleh diketahui orang lain. “Saya memang tidak berniat melaporkannya, meskipun ada penyidik Polres Batu yang datang ke rumah saya semalam,” ujarnya.
Beberapa korban lain yang dikonfirmasi oleh Malang Post juga enggan disebut namanya. Ia menceritakan, sama sekali tidak pernah bertemu dengan Mirna. Ia mengetahui investasi itu dari facebook. 

Berita Lainnya :