Ratusan Emak-emak Tertipu Miliaran Rupiah

MALANG – High risk high return. Tawaran keuntungan investasi menggiurkan, ya risikonya juga tinggi. Prinsip investasi ini ternyata tak membuat emak-emak (sebutan populer kaum ibu, Red) waspada. Ratusan emak-emak tergiur janji manis pemilik akun Facebook Mirna Cempluk, hingga merugi sampai miliaran rupiah.   
Mirna Cempluk bukan nama aslinya. Ia bernama Julisa Cancerita yang menjaring para emak melalui Facebook. Kesalahan kedua, emak-emak kok memercayakan dananya kepada orang yang dikenal di media sosial. Para korban yang tak tahan uangnya tak kunjung kembali, akhirnya meluruk rumah Mirna Cempluk di Jalan Telaga Golf 1-25, Araya Pakis Selasa malam lalu,untuk meminta pertanggungjawaban. Rumah ini, kabarnya hanya kontrakan. Endingnya bisa ditebak. Mirna Cempluk dan keluarganya tak ada di sana. 
Tak menemukan Mirna, korban nekat membongkar pagar dan mulai mengeluarkan barang-barang dalam rumah untuk jadi kompensasi kerugian investasi bodong mereka. Hanya saja, aksi mereka dihentikan oleh Kapolsek Pakis, AKP Hartono bersama para anggota polisi dan sekuriti perumahan. 
“Kalau caranya seperti ini ya salah, harusnya panjenengan semua laporan ke polisi, sesuai TKP masing-masing. Kalau korban dari Kota Malang, ya laporan ke Polres Makota, kalau di Kabupaten, lapor ke Polres Malang, kalau di Batu ya di Polres Batu,” ujar Hartono Selasa malam.
Akhirnya, kemarin tiga Polres di Malang Raya sama-sama menerima laporan penipuan oleh perempuan yang diduga pemilik akun Mirna Cempluk. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi membenarkan setidaknya ada dua orang yang melapor jadi korban penipuan Mirna Cempluk.
“Tapi karena laporannya tidak lengkap, kami minta mereka perbaiki untuk laporan lagi. Kami minta bukti transfer serta cuplikan percakapan dengan terlapor. Setelah itu, baru kami lakukan analisa untuk menentukan unsur pelanggaran UU. Apakah itu masuk UU ITE atau KUHP,” kata Heru kepada wartawan di Polres Makota kemarin.
Ratna MC (26), warga Sukun yang laporan ke Polres Makota, menceritakan modus penipuan yang diduga dilakukan oleh Julisa alias Mirna Cempluk. Lewat akun Facebook, Mirna Cempluk, mengaku sebagai suplier perlengkapan bayi. “Dia jual perlengkapan bayi dengan harga murah, sehingga meraih kepercayaan ibu-ibu yang pakai Facebook untuk online shop,” terangnya.
Metode penipuan skala besar yang dilakukan oleh Mirna Cempluk terhitung sangat rapi dan terstruktur. Jika ditarik mundur,  maka modus tipuan Mirna Cempluk adalah dengan menyebar ‘kebaikan’ pencitraannya sebagai pengusaha yang suka menolong dan gemar mentraktir para member transaksi jual beli perlengkapan bayi.
Dalam unggahan di akun Mirna Cempluk, salah satu pemilik akun, Malinda Brambang Malang, pada 22 Maret, memuji kebaikan Mirna Cempluk. “Ikutan seneng lihat postingan mak Dewi Nur Khasanah selimute diborong ma big bos mak Mirna Cempluk alhamdulillah barokalloh,” kicaunya.
Akun Ratih Tria Astuti dan Mafidah Putri Milagros Lawang, pada 18 Maret lalu, juga memuji Mirna Cempluk karena mengajak mereka liburan ke Hawai Waterpark. Foto-foto para pemilik akun sedang berlibur di Hawai Waterpark, ditempelkan di wall Facebook, lengkap dengan ucapan terimakasih atas ‘kebaikan’ Mirna.
“Alhamdulilah, bisa refreshing, makasih banyak big bos mamoy Mirna Cempluk sudah disponsori semuanya. Barakallah jazakumullah semoga rejekinya ditambahkan. Terimakasih sudah buat anakku seneng banget. Tapi belum bisa foto bareng sama keluarga mamoy,” kicau Ratih Tria Astuti.
“Bisa liburan bareng mak Mirna Cempluk, semoga diganti ya rizkinya dengan kebahagiaan, kesehatan dan rizki yang melimpah, amin,” ujar Mafidah Putri Milagros Lawang. Ucapan-ucapan penuh puji karena perbuatan baik ini, membuat Mirna Cempluk tampil meyakinkan sebagai pengusaha top yang murah hati.
Dengan penampilan yang meyakinkan inilah, Mirna Cempluk mulai masuk untuk menawarkan investasi menggiurkan. Yakni, menawarkan investasi jual beli peralatan bayi dengan bunga bulanan 15 persen. (Kepada korban lain, Mirna menawarkan investasi Rp 1 juta, dapat keuntungan Rp 500 ribu sebulan, Red).
“Jika setor Rp 1 juta, dapat bunga bulanan Rp 150 ribu. Saya sudah setor Rp 50 juta,” katanya. Tak heran, karena janji manis keuntungan besar ini, para ibu tidak segan mengucurkan dananya hingga puluhan juta.
Investasi perlengkapan bayi ini, dimulai tahun 2016 dengan jumlah member yang berkembang hingga lebih dari 100 orang di Malang Raya. Dari tahun 2016 hingga Mei 2017, para member investasi ini selalu lancar menerima bunga dari investasinya. Ratna sendiri mengaku baru ikut Juni 2017.

Berita Lainnya :