Mobil Avanza Misterius Terekam CCTV

 
MALANG - Hampir seminggu, polisi masih belum bisa mengungkap penyebab kematian purnawirawan Kolonel Polisi (sekarang Kombespol), Agus Samad, 71, yang ditemukan meninggal dunia di halaman belakang rumahnya, perumahan Bukit Dieng MB9, Kelurahan Pisang Candi, Sukun.  
Meski demikian, diakui mereka sudah menemukan sedikit titik terang. Bahkan, sekarang Polres Malang Kota (Makota) berusaha mengungkap sebuah mobil Toyota Avanza warna hitam yang melintas di areal rumah mantan Wakapolda Sumatera Utara itu. 
Kendaraan roda empat ini, terekam CCTV rumah dari blok sebelah. Mobil melintas di area TKP, Jumat (23/2), sekitar pukul 22.00. Kapolres Makota, AKBP Asfuri tidak menampik bahwa ada kendaraan misterius yang melintas di TKP, malam sehari sebelum mayat korban ditemukannya.
Mobil itu, diketahui berulangkali melewati depan rumah ataupun belakang rumah Agus.
“Benar, tapi waktu kita lihat rekaman CCTV agak jauh, jadi tidak terlihat plat nomornya,” ungkapnya kepada wartawan. Menurut dia, pihaknya masih berupaya melakukan penelitian ulang TKP. 
Kali ini, Mabes Polri ikut turun tangan menangani pengungkapan misteri kematian Agus Samad. Sekitar empat penyidik Labfor Bareskrim Mabes Polri, mendatangi TKP Kamis (1/3) siang. Dari dalam mobil polisi berplat 282-X, mereka mengambil beberapa barang dalam tas koper.
Kanit Inafis Polres Makota, Ipda Subandi, kemarin juga tampak mendatangkan semua barang bukti yang sudah disita dari TKP. Misalnya saja, galon, silet dan beberapa benda lain terkait penemuan mayat korban, yang terbungkus plastik barang bukti. 
Para penyidik forensik Mabes Polri, Polres Makota dan anggota Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, meninggalkan lokasi pukul 17.00.
“Dari labfor ambil sampel dan meneliti lagi. Yang diambil adalah darah dan muntahan,” sambung Asfuri. 
Sayangnya, dia menolak memberikan keterangan lebih jauh soal pendalaman kasus kematian seniornya itu. Termasuk menolak memberikan keterangan, saat disinggung soal motif perebutan warisan di dalam rumah tersebut.
Semasa hidupnya, Agus  mengumpulkan aset serta tempat usaha. Informasi yang didapat, seperti sebuah tanah di Banyuwangi yang baru saja dijual seharga Rp 500 juta dan Rumah Makan Arimbi di Bali. 
“Ada sebagian uang hasil penjualan tanah itu juga hilang,” ujar sumber terpercaya di Polres Makota. 
Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Agung Yudha Wibowo, hanya memberi keterangan normatif.
“Semua informasi soal penyidikan adalah konsumsi penyidik, mohon doanya saja, agar segera terungkap,” paparnya. 
Terpisah, para penyidik forensik Mabes Polri, memakai alat khusus, beserta zat khusus yang dipakai untuk mendeteksi sidik jari maupun jejak kaki. Alat khusus ini, dibawa oleh penyidik forensik Mabes Polri di dalam tas koper.
“Tadi pakai alat seperti cairan zat tertentu, yang disemprotkan ke TKP, lalu difoto oleh penyidik dari Bareskrim,” ujar salah satu petugas. (fin/mar)

Berita Lainnya :