Jual Rumah, Lalu Menghilang

 
Amel, 22 tahun warga Kecamatan Blimbing menikah dengan Ronald, 23 tahun pada Oktober 2014. Mereka menikah di hadapan penghulu dan disahkan oleh KUA Kecamatan Blimbing.
Setelah menyatukan dua hati, Amel dan Ronald tinggal bersama di rumah orangtua Amel. Mereka pun dikaruniai seorang anak. Rukun dan harmonis, begitulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan pernikahan Amel dan Ronald, selama kurang lebih satu tahun.
Hanya saja, Amel seperti tersambar petir di siang bolong. Pada September 2015, satu tahun setelah pernikahannya, Ronald tiba-tiba saja menghilang. Dia tidak pamit, tidak memberi kabar, atau bahkan meninggalkan surat untuk mengucap kata pisah. Amel berupaya mencari pria pujaannya tersebut.
Dia bahkan mendatangi rumah mertuanya. Namun, Amel sangat kaget ketika bertamu ke rumah yang dulunya ditinggali oleh mertuanya. Kediaman itu sudah dijual kepada orang lain. Orangtua dari Ronald juga tak lagi menempati rumah tersebut. Amel putus asa. Hingga tahun 2017, dia tidak pernah menerima kabar dari Ronald.
Akhirnya, pada akhir 2017 lalu, dia meminta cerai ke Pengadilan Agama Malang. Hakim ketua majelis, Drs Lukman Hadi SH MH, menjatuhkan talak satu ba’in sughro dari Ronald kepada Amel.
“Menyatakan tergugat yang telah dipanggil secara resmi dan patut untuk menghadap persidangan, tidak hadir. Mengabulkan gugatan penggugat secara verstek,” tutup hakim.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...