Seminggu, Polisi Belum Ungkap Pelaku


MALANG - Seminggu sejak penemuan jenazah purnawirawan Kolonel Polisi Agus Samad di rumahnya, Bukit Dieng MB9, Kelurahan Pisang Candi, Sukun, polisi tetap tidak bisa mengungkap penyebab kematiannya. Polisi bak putus asa untuk mencari petunjuk, bagaimana korban bisa tewas mengenaskan.
Bahkan kemarin, tim Inafis Satreskrim Polres Malang Kota (Makota) kembali melakukan olah TKP di rumah mantan Wakapolda Sumatera Utara itu. Sempat beredar, tim khusus yang menangani kasus ini, menangkap seorang pelaku.
Namun, hal ini dibantah Kapolres Makota, AKBP Asfuri. “Belum ada laporan yang masuk ke saya. Kasatreskrim belum laporan,” katanya semalam. Perwira ini sendiri, juga terlihat mendatangi TKP untuk menjemput Suhartutik, istri korban.
Sebelum salat Jumat, dia dan beberapa penyidik, mengawal Suhartutik dan Agung Wicaksana, anak keduanya menuju Mapolres Makota untuk menjalani pemeriksaan. Agung yang bekerja sebagai karyawan bank di Gresik ini, naik mobil sedan abu-abu bersama ibunya.
Sedangkan di belakang mobil itu, tampak mobil Toyota Avanza yang dikendarai penyidik dan Kanit Pidum Satreskrim Polres Makota, Ipda Nur Wasis. Lalu menyusul di belakangnya, mobil dinas Asfuri. Ketiga mobil melesat kencang dari TKP.
Tiba di Mapolres Makota, Suhartutik dan Agung sempat salat di masjid Polres Makota sebelum memasuki ruang penyidikan reskrim. Saat ditanyai wartawan, Suhartutik memilih bungkam dan tidak memberikan keterangan.
Sedangkan Agung membenarkan bahwa dia diperiksa di Polres Makota bersama ibunya. “Benar, ada pemeriksaan,” katanya. Agung menyebut bahwa hanya ada dua anggota keluarga korban yang diperiksa kemarin. Tidak ada lagi sanak famili yang diperiksa selain dirinya.
Agung sendiri menolak memberi konfirmasi lanjutan setelah memasuki ruang reskrim. “Diperiksa dua orang saja, saya dan ibu. Lain-lain tanya penyidik saja,” tutup Agung. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera menyebut belum ada perkembangan dalam penyelidikan kasus kematian mantan perwira polisi itu.
Menurut Frans, saat ini penyelidikan masih terus berlanjut. Tim forensik terus mendatangi TKP.
“Belum ada, masih penyelidikan,” terang Frans. Hal senada diungkapkan Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra.
Ia mengatakan, segala upaya sudah dilakukan untuk membuka tabir misteri kematian Agus Samad. “Terkait percakapan, tidak bisa ditranskrip karena tidak direkam sejak awal. Kecuali seperti penyidik KPK yang sejak awal merekam. Masih gelap,” tutup Ambuka. (fin/mar/jon/han)

Berita Lainnya :