Pabrik Kebonagung Rugi Rp 1,5 Miliar


MALANG – Kerugian mencapai sekitar Rp 1,5 miliar, harus ditanggung Pabrik Gula (PG) Kebonagung, Kecamatan Pakisaji. Pasca terjadi kebakaran hebat yang terjadi, pada Jumat (2/3) malam. Ruang mesin pendingin air (cooling tower) yang ada di bagian belakang gedung terbakar. Akibat peristiwa ini, musim giling 2018 di Kebonagung terancam kelancarannya.
Belum diketahui secara pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Dugaan sementara, karena akibat korsleting listrik. Untuk kepastiannya, masih menunggu proses penyelidikan pihak kepolisian.
“Yang terbakar Cooling Tower. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 00.45. Untuk penyebabnya, sementara karena korsleting listrik,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Novian Widyantoro.
Peristiwa kebakaran tersebut, terjadi sekitar pukul 22.45. Ruang pendingin (Cooling Tower) yang berada di belakang gedung utama terbakar. Api diduga berasal dari korsleting listrik. Percikannya mengenai kayu, yang kemudian menimbulkan api dan membakar ruangan.
Karena di dalam ruang pendingin air tersebut banyak bahan yang mudah terbakar, sehingga api dengan cepat membesar. Dalam hitungan menit, api langsung membakar seluruh ruangan. Mengetahui ada kebakaran, karyawan PG Kebonagung langsung menghubungi PMK Kabupaten Malang.
Lima unit mobil PMK langsung dikerahkan untuk memadamkan api. Tiga unit dari PMK Kabupaten Malang, sedangkan dua unit bantuan dari PMK Kota Malang. Petugas terus berjuang melakukan pembasahan, supaya api tidak sampai merambat ke bangunan lainnya.
Alhasil, sekitar pukul 00.45 pun berhasil dipadamkan. Namun ruang pendinginan tersebut sudah ludes terbakar. Padahal Cooling Tower yang terbakar itu adalah bangunan tambahan baru, untuk persiapan musim giling 2018.
“Ada banyak kemungkinan untuk penyebabnya. Saat ini kami masih menyelidiki dan terus mendalaminya,” tuturnya.
Kasi Umum PG Kebonagung, Agus Wahyudi, dikonfirmasi mengatakan bahwa yang terbakar adalah Cooling Tower atau ruang untuk pendinginan air. “Itu bangunan tambahan baru dan masih dalam tahap perbaikan. Memang mudah terbakar, karena bahannya terbuat dari kayu ulin dan fiber,” jelas Agus Wahyudi.
Disinggung soal penyebab kebakaran, Agus, tidak mengetahui. Dugaan karena korsleting listrik. Sedangkan untuk nilai kerugian yang dialami, diakuinya memang cukup besar sekitar Rp 1,5 miliar.
“Kalau perhitungan kerugian yang tahu orang teknis. Informasinya memang sekitar itu (Rp 1,5 miliar, red),” katanya.
Sementara itu, pantauan Malang Post, kebakaran tersebut sama sekali tidak mengganggu aktivitas di PG Kebonagung. Sebab masih belum waktu musim giling. Saat ini, PG Kebonagung masih melakukan perbaikan sarana dan prasarana, sebelum musim giling 2018 tiba.(agp/ary)

Berita Lainnya :