Jual Motor Kredit Dilaporkan Polisi

 
MALANG – Motor yang sedang dalam proses kredit, tidak boleh dijual kepada pihak lain tanpa sepengetahuan leasing. Rupanya, aturan ini dilanggar terlapor inisial Amiril Gustafin, 25 tahun, warga Dusun Pateguhan, Argosari, Jabung. Akibatnya, PT Adira Finance Jalan JA Suprapto, melaporkan tindakan Amiril ke Polres Makota, sebagai dugaan tindak pidana pengalihan jaminan fidusia.
Dari informasi yang dihimpun, Amiril awalnya membeli sepeda motor Honda Beat Sporty nopol N 6405 JS. Motor berwarna hitam tersebut, dibeli oleh terlapor pada Desember tahun 2017 lalu. Setelah membayar uang muka serta biaya kredit bulan pertama, PT Adira Finance mengantarkan motor tersebut ke rumah terlapor.
Namun, menurut laporan korban, setelah beberapa bulan penggunaan motor, terlapor Amiril tidak kunjung membayar biaya kredit yang menjadi kewajibannya. Setelah beberapa bulan tak ada kabar pembayaran, PT Adira Finance mengaku langsung mengirimkan surat somasi kepada terlapor.
Hanya saja, somasi tersebut tidak mendapat tanggapan dari terlapor. Karena motor tersebut berada dalam jaminan fidusia, dan ulah terlapor diduga melanggar UU Fidusia, PT Adira Finance, akhirnya melaporkan tindakan terlapor ke Polres Makota.
Pasalnya, diduga kuat motor tersebut sudah dijual dan berpindah tangan ke orang lain. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan tentang adanya laporan tersebut.
“Benar, ada laporan itu masuk, kejadiannya dimulai pada 16 Desember 2017 lalu,” ungkap Marhaeni dikonfirmasi kemarin. 
Laporan delik aduan ke Polres Makota sendiri, dimasukkan pada 2 Maret 2018 lalu. Atas tindakan menjual motor kreditan tanpa sepengetahuan korban PT Adira, terlapor terancam pelanggaran Undang-Undang Fidusia.
Dalam pasal 36 UU nomor 42 tahun 1999 tentang jaminan fidusia, pihak pemberi fidusia (terlapor) yang mengalihkan, menggadaikan, atau menyewakan benda yang menjadi objek fidusia, tanpa persetujuan tertulis dari penerima fidusia, bisa dipenjara dua tahun. Plus, denda Rp 50 juta.
“Akibat tindakan terlapor, korban mengaku mengalami kerugian Rp 23 juta. Laporan ini sedang ditindaklanjuti dengan penyelidikan,” tutupnya.(fin/jon/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...