Penyelidikan Makin Tak Jelas


 
MALANG - Misteri kematian purnawirawan Kolonel Polisi Agus Samad, di rumahnya, Bukit Dieng MB09, Kelurahan Pisang Candi, Sukun bakal tidak terungkap. Sebab, penyelidikan polisi kini malah bertambah, dengan ditemukan fakta-fakta baru yang didapat dari hasil pemeriksaan jenazah atau otopsi.
Hari ini, Polda Jatim yang membackup langsung kasus tersebut berjanji akan memaparkan hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Polres Malang Kota (Makota) dan Polda Jatim selama seminggu di rumah mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.
Mulai dari penemuan tubuh korban, hasil laboratorium forensik hingga analisa kepolisian soal kematiannya. Hal ini diungkapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera.
“Tunggu saja besok,” papar Frans singkat.  
Menurut Frans, kepolisian hanya akan menyampaikan semua hasil fakta penyelidikan yang didapat para penyidik di TKP. Polda Jatim, memiliki cukup banyak pekerjaan rumah yang harus dijelaskan kepada publik.
Pertama, adalah bercak darah di lantai dua rumah Bukit Dieng Blok MB 09. Bercak darah ini, dari informasi yang dihimpun, diduga merupakan bercak darah milik orang lain, bukan dari korban Agus Samad.
Motif tali rafia yang mengikat kedua kaki korban, dan tertambat hingga lantai tiga rumah, juga harus dijelaskan oleh kepolisian. Terkait tulang rusuk patah yang menusuk jantung sebagai penyebab kematian, polisi tidak memberi keterangan jelas saat dikonfirmasi sebelumnya.
Penyebab tulang rusuk patah, apakah karena bekas pukulan yang disengaja atau hal lain, masih misterius sampai sekarang. Polisi juga wajib menjelaskan, jika diasumsikan ada pelaku pembunuhan, maka harus dipaparkan pula bagaimana caranya melarikan diri. 
Karena, pintu depan rumah tersebut terkunci dari dalam, dengan pintu samping garasi terkunci normal. Pendek kata, berbagai kejanggalan yang membuat publik penasaran, harus dipaparkan oleh polisi. 
“Kita akan memberi keterangan berdasarkan fakta penyelidikan, bukan asumsi apalagi isu atau rumor,” tutup Frans. (fin/mar/jon) 

Berita Lainnya :