Sudah Diasuransikan, Datangkan Labfor


 
MALANG - Cooling tower (mesin pendingin air) milik PG Kebonagung, Pakisaji yang terbakar Jumat (2/3) malam, tidak akan mengganggu proses giling tebu Mei nanti. Penggilingan tetap berjalan, karena yang terbakar hanya satu dari 10 cooling tower yang ada.
“Sama sekali tidak terganggu. Buka giling tetap awal bulan Mei nanti. Cooling tower ada 10, dan yang terbakar hanya satu. Sembilan cooling tower lainnya masih bisa digunakan,” ujar Kasi Umum PG Kebonagung, Agus Wahyudi.
Menurutnya, cooling tower yang terbakar itu adalah yang baru dibuat. Fungsinya untuk mempercepat proses pendinginan air mesin giling. Pasca kebakaran, juga akan langsung diperbaiki. Apalagi, cooling tower yang terbakar, sebelumnya juga sudah diasuransikan. 
Perusahaan asuransi, sudah mengecek langsung kondisi cooling tower yang terbakar. Sebab akibat kebakaran tersebut, kerugian yang dialami oleh pihak PG Kebonagung lumayan cukup besar, yakni sekitar Rp 1,5 miliar.
Sementara itu, proses penyelidikan kasus kebakaran cooling tower di PG Kebonagung, Pakisaji masih terus berlanjut. Polres Malang, berencana akan mendatangkan Tim Labfor Cabang Surabaya, untuk melakukan olah TKP ulang. 
“Kami sudah berkirim surat ke Labfor. Namun belum tahu kapan rencana kedatangannya untuk olah TKP,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda. Dia menduga kemungkinan karena korsleting listrik. 
“Tetapi untuk lebih pastinya, masih menunggu hasil pemeriksaan dan olah TKP Tim Labfor,” ungkapnya.
Seperti diberitakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.45 di PG Kebonagung.. Mesin pendingin yang terbakar ini, berada di belakang gedung utama. (agp/mar)

Berita Lainnya :

loading...