Salip Dari Kiri, Tabrak Penjual Es Tebu

 

 
MALANG - Peringatan bagi pengendara motor, supaya tidak mengebut di jalanan yang padat kendaraan. Apalagi sampai menyalip dari sebelah kiri. Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raya Dr. Cipto Lawang, pagi kemarin bisa menjadi sebuah pelajaran. 
Pengendara motor Kawasaki Ninja 250 CC, N 4133 AAZ, meregang nyawa setelah mengalami tabrakan. Adzany Rahmad Akbari, 29, warga Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing ini, mengembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian. 
Ia mengalami luka serius di bagian kepala usai menabrak Mitsali, 52, warga Desa Bedali, Lawang yang berjualan es tebu. Mitsali sendiri dilarikan ke RSUD Lawang  karena mengalami patah tulang di kaki kanannya.
“Korban meninggal langsung kami bawa ke kamar mayat RSSA Malang untuk visum. Kendaraan yang terlibat kami amankan sebagai barang bukti. Untuk kasus kecelakaan masih proses penyelidikan,” ungkap Kanit Laka Lantas Polres Malang, Iptu Yoyok Supandi.
Dia menjelaskan, kecelakaan yang terjadi pukul 08.00 itu juga melibatkan kendaraan truk tronton, N 8579 UA, yang dikemudikan Sugeng Santoso, 43, warga Jalan Kolonel Sugiono, Malang. Berawal dari motor Kawasaki Ninja yang dikendarai Adzany, melaju dari selatan.
“Kecepatannya sedang. Mungkin karena terburu-buru, dia berusaha menyalip truk tronton dari sebelah kiri,” ungkap Yoyok. Diduga, Adzany tidak melihat dulu kondisi sebelah kiri. Begitu menyalip, ternyata di samping truk tronton ada Mitsali, yang mendorong gerobak es tebu miliknya. 
Lantaran jarak cukup dekat dan tidak bisa dihindari, motor Kawasaki Ninja itu langsung menabrak Mitsali dari belakang. Saking kerasnya benturan, membuat Mitsali, penjual es tebu itu terpental. Begitu juga dengan Adzany. Motornya oleng dan jatuh ke sebelah kanan. 
Apes, kepalanya membentur bagian belakang truk sangat keras, lalu jatuh ke median jalan dan meninggal dunia. Pengguna jalan yang melintas pun meberi pertolongan. Mereka menolong Mitsali dengan melarikan ke RSUD Lawang. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :