Cari Rumput, Nyemplung Sumur

MALANG - Empat jam berjibaku dengan medan yang sulit, jenazah Supeno, 59, Tim SAR Malang berhasil diangkat ke atas sumur di kawasan tegalan Jalan Joyo Agung, Merjosari, Malang, dini hari kemarin. Petani ini diduga nyemplung sumur tua di tempat tersebut, saat mencari rumput.
Keterangan yang dihimpun, diawali dari kecurigaan Julianto, 35, putra Supeno, yang tidak melihat ayahnya kembali ke rumahnya, Dusun/Desa Selorejo RT07 RW03 Dau. “Sampai jam 18.00, kok tidak kembali ke rumah. Tidak seperti biasanya bapak begitu,” katanya kepada wartawan.
“Dia pamit untuk mencari pakan tambahan dulu untuk kambing peliharaannya karena akan membantu tetangga hajatan,” tambah Cima Agis Sendi, kerabatnya.
Supeno juga mencari bambu untuk memperbaiki rumah. Petani yang lahir pada 9 Oktober 1958 itu, berangkat ke sebuah lahan tegalan di Jalan Joyo Agung. Julianto pun mencari ke tempat yang biasa didatangi oleh Supeno untuk mencari rumput.
Dia lalu bertanya kepada Mohammad Yani, 28, satpam sekitar Cokelat Klasik Cafe tentang keberadaan bapaknya. Yani mengaku melihat Supeno melintas di lahan di sekitar gudang areal sebelah barat Cokelat Klasik Cafe.
Julianto pun mendatangi sebuah lahan tak terurus di lokasi yang ditunjukkan satpam. Kecurigaan Julianto makin menguat, karena dia mengetahui sepeda motor serta baju Supeno yang berada di areal lahan itu. Saat itulah, Julianto melihat sumur yang tertutup semak belukar. Firasat ayahnya tertimpa musibah menjadi kenyataan.
Saat menggunakan senter untuk melihat ke dalam sumur, dia melihat bapaknya sudah berada di dasar yang diperkirakan sedalam 30 meter. Dalam kondisi panik, dia berupaya mencari cara untuk menyelamatkan bapaknya. Tak memiliki peralatan, Julianto dan Vivi, istrinya memilih melapor ke Mapolsekta Lowokwaru.
Spontan, petugas dan anggota SAR Malang berdatangan ke lokasi. Termasuk warga yang mendengar, juga ikut memenuhi TKP. Saat tiba di lokasi, petugas kesulitan memproses evakuasi, karena minim penerangan. Medan untuk evakuasi juga cukup menyulitkan petugas, terutama bagi petugas yang akan turun ke dalam sumur 30 meter itu. 
Tim SAR harus memakai alat bantu pernapasan oksigen karena sumur yang pengap dan membahayakan tubuh manusia. Proses evakuasi pun memakan waktu hingga empat jam karena medan yang juga sulit. Mayatnya baru bisa dinaikkan dini hari kemarin sekitar pukul 02.00.
Korban yang sudah tidak bernyawa, pun dibawa ke kamar jenazah RSSA Malang. Kapolsek Lowokwaru, Kompol Pujiono mengatakan, dugaan sementara penyebab kematian adalah jatuh ke sumur sedalam 30 meter.
“Saat mencari rumput, korban diduga terperosok ke dalam sumur dan langsung tewas,” papar Pujiono. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :