HRD Oppo Mark Up Gaji Promotor

 
MALANG - Reskrim Polres Makota mengungkap kasus dugaan penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh Chandra Kartika, 35, HRD PT Oppo Indonesia. Chandra diduga menggelapkan uang gaji promotor Oppo di Kota Malang dan ditangkap Reskrim Polres Makota awal Agustus 2017.
Hal ini dibenarkan oleh Kasatreskrim Polres Makota, AKP Heru Dwi saat rilis di Mako Jalan JA Suprapto kemarin. "Tersangka diduga menaikkan atau mark up nilai gaji promotor yang diajukan ke Oppo Indonesia," kata Heru. Sejak Desember 2016 lalu, Chandra diduga menaikkan jumlah pengajuan uang gaji promotor.
Heru menyontohkan, jika gaji satu promotor Rp 2,5 juta, maka tersangka mengajukan hingga Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. Jumlah promotor Oppo di Kota Malang mencapai 200-an orang. Sehingga dari satu promotor tersangka bisa mengambil keuntungan Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta.
Setelah memastikan Oppo tidak menyadari aksi mark up, para promotor mendapat transferan uang sesuai kelebihan gaji yang diajukan oleh tersangka. Setelah uang masuk, tersangka mendatangi langsung para promotor untuk meminta kelebihan uang tersebut. Dia mengelabui para promotor dan menyebut bahwa Oppo keliru dalam mentransfer jumlah gaji sehingga dia meminta sisa uang itu.
Aksi pria asal Krembung Sidoarjo tersebut berjalan mulai Desember 2016 hingga Juli 2017. PT Oppo Indonesia mengendus kejanggalan dari rekening gaji para promotor setelah melaksanakan audit internal. Dari informasi yang diterima Reskrim, jumlah selisih audit internal Oppo yang diduga digelapkan Chandra, mencapai Rp 150 juta.
Namun, dalam laporan ke Polres Makota, jumlah yang bisa dipakai untuk menjerat Chandra, adalah Rp 16 juta. Nilai ini didapat dari hasil audit, berupa slip gaji dan rekening print dari bank yang dijadikan alat bukti oleh Reskrim untuk menangkap Chandra. 
"Hasil audit menunjukkan ada pembengkakan uang gaji di Oppo Malang yang berkantor di Grand Suhat kavling 7. Pada Juli lalu, legal PT Oppo Indonesia melakukan pelaporan dugaan penggelapan dalam jabatan oleh tersangka. Kita tindak lanjuti lidik dan sidik lalu ungkap," kata Heru.
Tersangka akhirnya ditangkap di kantor Oppo perwakilan Kota Malang oleh Reskrim Polres Makota. Saat ditangkap dan dimintai keterangan, tersangka mengaku memakai uang tersebut untuk kepentingan di luar kebutuhan promotor Oppo Kota Malang. Saat ini, tersangka mendekam di tahanan Polres Makota.
Setelah berkas lengkap, Polres bakal melimpahkan tersangka ke Kejaksaan Negeri Malang untuk didakwa. Tersangka dijerat pasal 374 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun.(fin/lim)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :