Hari Pertama Magang, Siswi Cantik Tewas di Tempat


BATU - Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya M Hatta, Dusun Caru, Desa Pendem antara sebuah motor Honda Beat  nopol N 4196 LV dengan Truk Tronton bermuatan bekatul, kemarin. Kecelakaan yang terjadi pukul 18.15 ini, mengakibatkan pengemudi Honda Beat, Cintya Fatmawati, 17, siswi cantik kelas XI SMK PGRI 3 Malang di Tlogomas meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Saat berita ini diturunkan, jenazah korban yang tercatat sebagai , warga Dusun Kasin, Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang ini , masih diotopsi di RS Baptis, Kota Batu. Sementara sopir truk tronton, Suliono, 37, warga Jl Bulu Tangkis, Kelurahan Sisir yang kini tinggal di Desa Beji diamankan petugas.
Truk tronton berisi bekatul juga diamankan di depan Mapolsek Junrejo. Kanit Laka Satlantas Polres Batu, Ipda Anton Henry Soebagyo mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Yang jelas korban ditemukan terlindas ban belakang bagian belakang truk tronton tepat di kepala.
“Kita belum ketahui persis kronologisnya, apakah yang salah pengemudi Honda Beat atau sopir truk, kita masih selidiki, “ ujarnya.
Peristiwa itu terjadi sesaat truk hendak beranjak dari parkir setelah pengemudinya makan soto di Dusun Caru. Truk ini akan mengirim bekatul ke KUD Batu. Begitu truk masuk ke badan jalan, truk menabrak motor Honda Beat tersebut.
Beberapa saksi melihat kondisi Global Positioning System (GPS) di motor korban masih hidup. Diperkirakan korban tidak mengenal kondisi jalan di sekitar Karangploso. Kesaksian beberapa anggota keluarga korban, sekitar pukul 17.30 korban menelepon ke ibunya. Ia mengabarkan kalau tersesat tidak tahu jalan.
Ibu korban kemudian memintanya untuk menginap di rumah temannya saja. Namun Cintya bersikeras pulang ke rumah, karena ia memiliki GPS. Eka Chandra, teman dekat korban menjelaskan bahwa ia terakhir bertemu korban dua hari sebelum kejadian.
“Hari ini (kemarin, Red), adalah hari pertama magang di LJ elektronik Karangploso, pekan yang lalu dia magang di Kediri, terus pindah magang di Karangploso, “ ujar Eka.
Kepergian teman dekatnya yang selalu ceria dan ramah ini cukup memukul Eka. Ia tidak menyangka kalau pertemuan dua hari yang lalu adalah pertemuan terakhirnya.(dan/ary)

Berita Lainnya :