Astaga, Kepsek Cabuli Enam Siswi


MALANG – Enam siswi salah satu SMP di Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang, mendatangi Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, siang kemarin. Enam siswi ini mengaku dicabuli oknum kepala SMP tempat mereka bersekolah.
Juli Abidin, pekerja sosial dari Kemensos RI yang mendampingi proses pelaporan para korban, membenarkan tentang upaya pelaporan dugaan pencabulan ini.  “Kita mendampingi para korban, beserta wali siswi untuk melapor,” kata Juli kepada wartawan.
Enam siswi ini, kata dia, disamarkan dengan nama Bunga, Melati, Mawar, Anggrek, Tulip dan Kamboja. Menurut Juli, peristiwa dugaan pencabulan itu terjadi pada pertengahan Januari 2018. Dari pengakuan para korban, modus yang dilakukan terlapor adalah memanggil mereka ke ruang kepsek.
Bunga, siswi pertama yang dipanggil ke ruang kepsek, mengklaim akan dibukakan aura tubuhnya oleh oknum tersebut. Terlapor diklaim memberi bujuk rayu serta kata-kata manis, untuk meyakinkan Bunga agar mau dibukakan auranya.
Setelah berhasil membujuk Bunga, oknum kepsek disebut meraba bagian sensitif dari korban. Aksi membuka aura oleh oknum terlapor ini, diklaim juga oleh lima siswi yang lain. Bahkan, pelaku mengulangi tindakannya untuk mencabuli korban lewat pesan WhatsApp (WA) kepada salah satu korban.
“Terlapor sempat akan meminta untuk membukakan aura korban, dan chat itu masih ada,” sambung Juli. Chat di WA ini juga yang dijadikan barang bukti saat melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Malang. Menurut Juli, saat ini para korban mengalami trauma.
Para siswi ini sering ketakutan ketika mendengar suara mobil. Menurut Juli, para korban merasa akan didatangi oleh terlapor. “Mereka trauma. Tiap mendengar suara mobil, mereka gemetaran karena takut yang datang adalah terlapor,” jelas Juli.
Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung memastikan, laporan para korban sudah diterima. Ujung menyebut polisi sudah menindaklanjuti laporan ini kemarin. Dikonfirmasi di ruang tamu kantornya, Ujung membenarkannya.  “TKP ada di Kecamatan Kromengan,” tegas dia.
Saat ini, perwira dengan pangkat dua melati di pundaknya itu menyebut sudah ada beberapa saksi yang diperiksa, yaitu wali siswi dan beberapa korban. Ujung menyebut, berdasarkan laporan awal, perbuatan yang oleh korban dilakukan pelaku, mengarah kepada perbuatan cabul.
Kapolres berjanji bila semua pemeriksaan saksi menguatkan serta barang bukti cukup, Satreskrim Polres Malang akan menindak terlapor dalam kasus ini. “Jika pemeriksaan saksi dan bukti menguatkan, akan ditindaklanjuti dengan proses hukum, sesuai Undang-undang yang berlaku,” katanya.
Ia juga meminta korban lain untuk melapor. “Kalau memang ada yang merasa menjadi korban juga, datang ke Polres Malang dan bawa bukti yang cukup. Namun kami berharap tak ada tambahan korban,” pungkasnya kepada wartawan. (fin/jon/han)

Berita Lainnya :

loading...