Mahasiswa Tewas Diterjang Ombak Pantai Ungapan


MALANG – Kasus kecelakaan laut di Pantai Ungapan kembali terulang. Rachmad Fauzy, 26, warga Waringin Kedurus, RT01 RW06 Sawunggaling Wonokromo, Surabaya tewas setelah diterjang ombak ganas pantai Ungapan, pagi kemarin. Air laut meluap di sungai di dekat muara pantai dan menggulung korban.
Kasus ini mengulangi tragedi Fatkhul Munir, mahasiswa FE UIN Malang yang hilang di Pantai Ungapan, 30 November 2014 lalu dan ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tak bernyawa. Dari keterangan yang dihimpun, Fauzy adalah mahasiswa Universitas Widya Karya Surabaya yang berlibur ke pantai Ungapan bersama tujuh orang kawannya dari Surabaya.
Mereka berangkat dini hari, dan sempat mampir Kota Batu.  Setelah itu, melanjutkan perjalanan dan tiba di Pantai Ungapan pukul 08.00. Setibanya di pantai, Fauzy dan tujuh temannya, termasuk saksi M Riyan Ardian, 23, warga Jalan Pagesangan, Surabaya dan Roni Atmajaya, bermain ke tepi sungai muara pantai Ungapan sekitar pukul 08.30.
Mereka sempat berselfie di air. Tiga orang, yaitu Fauzy, Riyan dan Roni, berenang di sungai pinggir pantai itu.  “Saat sedang asyik bermain air, ombak besar datang dari arah pantai. Tiba-tiba ombak besar datang dari pantai dan menyeret Fauzy,” ujarnya kepada polisi.
Air laut dalam volume besar tersebut bergulir hingga ke tepi sungai. Ketiga pemuda itu terseret air. Dua orang masih bisa menyelamatkan diri. Nahas, Fauzy ditelan ombak hingga tenggelam ke arah jembatan sungai Ungapan. Tubuhnya terbawa arus hingga menuju tengah laut.
Kawan-kawannya yang menyaksikan kejadian ini, berupaya menolong korban. Ryan pun sempat berupaya menyelamatkan Fauzy dengan cara menggaet tangannya tapi terlepas. Mereka juga berteriak minta tolong kepada teman-temannya yang lain untuk menyelamatkan Fauzy.
Selama kurang lebih 20 menit, Fauzy tenggelam dan baru ditemukan 100 meter dari lokasi awal terseret. Tak lama, dibantu oleh warga sekitar, korban berhasil dibawa ke pinggir pantai. Korban yang masih hidup ini, sempat dibawa ke Puskesmas Sendangbaru.
Namun karena tidak ada sama sekali petugas yang berjaga, korban dilarikan ke Puskesmas Sitiarjo. Warga sekitar, melapor ke Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) Polres Malang. Kapos Satpolairud, AKP Dwiko Gunawan menyebut korban dinyatakan tewas saat tiba di Puskesmas Sitiarjo.
“Setelah jenazah dievakuasi, kami minta keterangan saksi tentang peristiwa ini. Jenazah dikirim ke KM RSSA Malang, untuk divisum. Pihak keluarga juga sudah kami hubungi,” terang Dwiko dikonfirmasi Malang Post kemarin. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :