Sopir Angkutan Jarang Pulang, Istri Minta Cerai

MASALAH ekonomi, menjadi salah satu persoalan sering terjadinya perceraian. Seperti hubungan rumah tangga Amel dan Ronald, warga Kecamatan Ampelgading ini. Lantaran Ronald sudah tidak lagi memberikan nafkah lahir dan batin, akhirnya Amel mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Kepanjen. 
Gugatan cerainya sudah masuk ke PA Kepanjen. Sekarang ini, masih menunggu proses persidangan. 
"Klien saya mengajukan gugatan, karena suaminya (Ronald, red) sudah tidak lagi memberi nafkah," ungkap Agus Salim Ghozali, SH, pengacara Amel. 
Amel dan Ronald ini, menikah sejak tahun 2007 lalu. Dari pernikahannya itu, mereka dikaruniai seorang anak perempuan yang masih balita. Selama berumah tangga, keduanya tinggal di rumah orangtua Amel. 
Meski hidup sederhana, namun mereka sangat bahagia. Rumah tangganya berjalan harmonis tanpa ada persoalan apapun. Meskipun pendapatan Ronald sebagai sopir angkut barang ke luar kota, tidak begitu banyak. 
Namun menginjak usia pernikahan tahun keenam, rumah tangga mereka mulai goyah. Ronald yang biasa pulang kerja tiga sampai empat hari sekali, sudah mulai jarang pulang. Ketika pulang bisa sampai seminggu lebih. 
Itupun kadang pulang tidak membawa uang. Sebagai seorang istri, tentu Amel mulai menaruh curiga. Karena suaminya yang dulu sangat harmonis dan bertanggungjawab, sudah tidak terlihat lagi. Bahkan sering marah hingga mengakibatkan pertengkaran. 
"Pernah ketika bertengkar, Ronald mengajak Amel bercerai. Namun surat cerainya, minta Amel yang mengurus sendiri," terang Agus Salim Ghozali. 
Amel tidak langsung menuruti permintaan suaminya. Ia menunggu sampai setahun. Tetapi karena tidak ada perubahan, akhirnya Amel yang sudah habis kesabaran memilih untuk mengajukan gugatan cerai.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...