Berkedok Hadiah dari Gojek, Uang Rp 20 Juta Dikuras

 
MALANG - Modus penipuan dengan mendapatkan hadiah masih saja terus marak. Bahkan masih banyak orang percaya dan akhirnya uangnya dikuras penipu. Seperti yang dialami ZA, wanita 26 tahun ini tertipu karena menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Akibatnya, uang sebesar Rp 20 juta ludes.
Ketika ditemui Malang Post, ZA bercerita, kejadian tersebut menimpa dirinya pada Jumat (2/3), lalu. Menjelang maghrib, ZA yang ketika itu baru pulang kantor dan menuju rumah ibunya di kawasan Sengkaling, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang tiba-tiba ditelpon orang tidak dikenal. 
“Biasanya, saya tidak pernah mengangkat dan menggubris. Entah kenapa, ketika itu langsung saya angkat. Penelpon mengaku dari Go-Jek dan saya mendapat bonus sebesar Rp 500 ribu,” terang dia.
Kemudian, pembicaraan tersebut berlangsung. Untuk menebus hadiah tersebut, ZA diminta untuk melakukan top up akun Go-Pay. Namun, ZA sempat meminta bahwa hadiahnya minta dirubah dengan bentuk pulsa dan ditolak oleh pelaku. 
“Tak lama kemudian, saya langsung mendapat SMS dari Go-Jek. Isinya password pribadi. Saya kurang teliti. Pada SMS tersebut dituliskan kalau saya tidak boleh memberikan password tersebut kepada orang lain. Akhirnya saya sebutkan password tersebut,” kata dia.
Kemudian, oleh pelaku ia digiring ke ATM untuk transfer sejumlah dana. Ketika itu, ia mencoba menggunakan kartu ATM yang hanya berisi Rp 32 ribu dan ada biaya admin. Namun, transaksi ditolak. Setelah itu, ZA digiring oleh pelaku menggunakan ATM lain, dimana ATM tersebut bebas biaya admin.
“ATM saya itu isinya Rp 20,8 juta. kalau transfer menggunakan bank tersebut, bebas biaya admin. Sehingga tidak bisa dilacak di bank. 
‘’Ketika melakukan transaksi saya tidak sadar. Transfernya pun bertahap dengan nominal yang berbeda. Total transaksi yang saya lakukan sebanyak 14 kali ke 3 nomor ponsel berbeda dan uang saya ludes semuanya,” jelas dia.
Setelah uangnya ludes, ZA kembali ke rumah ibunya. Ketika sampai di rumah, ia baru tersadar. Sekitar pukul 23.00, ia kembali ke ATM untuk mengecek saldo. Ternyata, saldonya sudah habis.
“Setelah transaksi, pelaku yang mengaku bernama Indra tersebut berjanji akan mentransfer hadiah saya dalam waktu 15 menit. Tapi ternyata saldo saya ludes dan pelaku tidak bisa dihubungi lagi,” imbuh dia.
Setelah kejadian tersebut berlalu, pelaku kembali menelpon ZA pada Selasa 6/3) lalu. Ketika itu, ZA secara sadar meminta uangnya dikembalikan. Namun, pelaku meminta nomor rekening dengan ATM yang berbeda. 
“Saya minta ditransfer ke rekening saya pakai kemarin. Pelaku tidak mau dan langsung menutup teleponnya,” imbuh dia.
Sementara itu, Staf Kantor Wilayah Go-Jek Malang, Alex menuturkan, kejadian tersebut seringkali terjadi. Bahkan, tidak hanya menimpa konsumen tapi juga para driver. 
“Seharusnya, mereka lebih jeli dan menggunakan tombol bantuan yang ada di akun mereka. Sehingga, hal seperti ini tidak terjadi lagi. Untuk keluhan konsumen dan sebagainya, yang menangani langsung Go-Jek pusat,” tandas dia.(tea/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...