Curi Mesin Bantuan Pemerintah Pusat

 
MALANG - Gabungan Unit Reskrim Polsek Singosari dan Buser Polres Malang menangkap jaringan pencuri mesin pengepres buah, pagi kemarin. Pelakunya ada lima orang. Mereka dibekuk sesaat setelah melakukan pencurian. 
Kelimanya adalah Suparto alias Cak To, 51, warga Dusun Kudu, Desa Tempuran, Kecamatan Pasrepan, Pasuruan. Sudar Slamet, 47, warga Dusun Sumbersari, Desa Dengkol, Singosari. DPP, 14, warga Dusun Sumbersari, Desa Dengkol, Singosari. 
Kemudian, AS, 15, warga Dusun Blandit Barat, Desa Wonorejo, Singosari. Dan Siswantoko, 17, warga Dusun/Desa Gunung Kunci, Kecamatan Jabung. 
"Mereka kami tangkap di sebuah bangunan kosong, tempat persembunyian barang curian," ungkap Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono, sembari mengatakan kelima tersangka langsung dilimpahkan ke Polres Malang. 
Barang bukti yang diamankan dari kelima tersangka adalah satu unit mesin pengepres buah dalam keadaan utuh. Satu mesin sudah dibongkar. Selain itu juga dua buah pangkon mesin, sebuah gerobak, dua unit motor serta sebuah tali. 
Diperoleh keterangan, aksi pencurian terjadi di Dusun Blandit Barat, Desa Wonorejo, Kecamatan Singosari. Pelapornya Sentot Irfan Wahyudi, Sekretaris Desa Wonorejo, Singosari. Pencurian dilakukan kelima tersangka pada tanggal 1 Maret lalu dan tanggal 7 Maret dini hari kemarin.
Mesin pengepres buah yang dicuri tersebut, adalah bantuan dari Pemerintah Pusat untuk Desa Wonorejo, Singosari. Mesin hibah tersebut diberikan beberapa tahun lalu, untuk membantu para petani buah di Desa Wonorejo. 
"Mesin pengepres buah itu, dulu sempat difungsikan oleh warga. Namun karena sudah tidak digunakan lagi, akhirnya disimpan di dalam sebuah gudang kosong," jelas Supriono. 
Ketika disimpan dalam gudang dan tanpa pengawasan itulah, oleh kelima tersangka dicuri. Mereka beraksi pada tengah malam. Modusnya mengambil mesin, kemudian dinaikkan sepeda motor dan gerobak untuk dibawa ke tempat persembunyian. 
"Aksi pertama mereka pada 1 Maret berjalan lancar, karena tidak ada warga yang mengetahuinya," tutur mantan KBO Reskrim Polres Malang ini. 
Namun ketika melakukan aksi keduanya kemarin, kelimanya berhasil ditangkap. Setelah pihak perangkat desa yang mengetahui mesin pengepres buah hilang, langsung dilakukan penyanggongan. Begitu kelimanya kembali beraksi, perangkat desa lantas melaporkan ke polisi. 
Berdasarkan laporan itulah, akhirnya polisi bergerak dan menangkap kelimanya. Mereka saat itu hendak menjual mesin hasil curian  tersebut.
"Mesin itu rencananya akan dijual kepada  seorang warga asal Desa Baturetno, Singosari. Namun belum sempat menjual, sudah kami amankan," tegasnya.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :