Pelaku Sodomi Akui Sakit Hati

 
MALANG - Setelah menjalani pemeriksaan secara maraton, FIP alias Yogi alias Yoyo, 16 tahun, akhirnya dijebloskan ke dalam penjara Polres Malang. Warga Desa Gadungsari, Kecamatan Tirtoyudo, ini terbukti melakukan sodomi terhadap tiga anak tetangganya. Ia dijerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak. 
"Hasil pemeriksaan saksi-saksi dan pelaku, memang terbukti bahwa FIP telah melakukan perbuatan asusila. Yang bersangkutan pun kami jerat dengan Undang-undang Perlindungan Anak," ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung. 
Menurutnya, sampai kemarin baru tiga orang anak yang menjadi korban asusilanya. Mereka semua tetangga adalah tetangga tersangka. Satu korban berusia 10 tahun dan dua lainnya masih berusia 9 tahun. 
Dari keterangan saksi dan tersangka FIP, perbuatan asusila dilakukan pada tahun 2017. Namun untuk waktunya lupa, tetapi dilakukan secara bergantian di dalam rumah tersangka, ketika rumah dalam kondisi sepi. 
Modus operandinya, tersangka FIP mengajak para korban bermain ke rumahnya. Dalihnya, akan diajak bermain play station (PS). Alasan itu, karena tersangka mengetahui kalau ketiga korban senang bermain PS. 
Namun ketika berada di dalam rumah, tersangka langsung mencabulinya. Korban diminta membuka celananya. Kemudian tersangka memulai aksi asusilanya, dengan menyodomi korban. Usai berbuat asusila, korban kemudian diminta untuk pulang. 
"Tersangka mengancam korban untuk tidak menceritakan kepada siapapun. Kalau sampai mengadu akan ditampar," ujar Ujung. 
Lantas apa alasan FIP melakukan asusila itu? Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa tersangka melakukan itu karena merasa sakit hati. Ia dikucilkan oleh teman sebayanya karena tersangka dikenal nakal. Tidak ada satupun teman kampungnya yang mau bermain dengannya. 
Selain itu, ada kemungkinan kalau tersangka pernah menjadi korban sodomi orang lain. Tetapi hal itu masih terus didalami. Dan tersangka mengaku lebih nyaman ketika bermain dengan anak yang usianya di bawahnya. 
"Tersangka juga baru mengetahui kalau ternyata dia bukan anak kandung dari orangtuanya. Kemarahan itulah, yang kemungkinan dilampiaskan dengan berbuat asusila," terangnya. 
Perwira dengan pangkat dua melati ini mengatakan, bahwa Polres Malang serius dalam menangani kasus asusila yang dialami oleh anak di bawah umur. Makanya begitu mendapat laporan, polisi langsung bertindak cepat dengan melakukan penangkapan terhadap tersangka FIP. 
"Kami juga masih mengembangkan kasusnya, apakah ada korban lain. Mengingat perbuatan asusila dilakukan oleh tersangka sejak tahun 2017 lalu," paparnya. 
Seperti diberitakan sebelumnya, perbuatan asusila yang dilakukan oleh FIP ini terbongkar, setelah salah satu orangtua korban mendengar dari guru sekolah. Bahkan perbuatan tak senonoh FIP, sempat dipergoki oleh salah satu orangtua korban. 
Dari kabar tersebut, orangtua korban yang tidak terima langsung mengadu ke Polsek Tirtoyudo. Selanjutnya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, polisi langsung bergerak mengamankan FIP, yang selanjutnya melimpahkan kasusnya ke Polres Malang.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :