Kepsek Cabul Resmi Tersangka


MALANG - Polres Malang bergerak cepat menindaklanjuti kasus asusila yang dilakukan oleh oknum Kepala SMP di Kecamatan Kromengan. Sore kemarin, polisi berhasil menangkap Drs. Krisyanto Latif (KL), di rumahnya Perum Turen Permai. Bahkan pria berusia 56 tahun tersebut, sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Oknum Kepala Sekolah itu sudah kami amankan. Inisialnya KL, kami tangkap di rumahnya," ujar Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
KL diancam hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar Rp 5 miliar. Sesuai dengan pasal 82 ayat 1 jo 76E  Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.
Mengenakan kemeja dan bawahan celana warna gelap, KL turun dari mobil Suzuki APV warna biru nopol W 1492 RA. Dengan kepala tertutup jaket biru, KL digelandang oleh anggota menuju ruang Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang.
Ia baru saja diamankan oleh Tim Buser Polres Malang di rumahnya Perum Turen Permai. KL dibekuk, setelah Satreskrim Polres Malang menetapkannya sebagai tersangka kasus asusila. Hasil pemeriksaan sembilan saksi, enam di antaranya korban, terbukti bahwa KL berbuat asusila.
"Statusnya sudah kami naikkan sebagai tersangka, setelah dilakukan gelar perkara hasil pemeriksaan enam korban  dan tiga saksi. Begitu sudah ada penetapan, tadi (kemarin, red) anggota langsung kami perintahkan untuk menangkapnya," tegas Ujung.
Dengan tertangkapnya KL, polisi selanjutnya akan melakukan pendalaman. Apakah ada korban lain, selain keenam siswi yang sudah melapor. Hasil pemeriksaan sementara para korban tersebut, dari enam korban, ada yang sekali dicabuli, ada yang dua kali dan tiga kali.
KL juga memberikan janji bermacam-macam kepada mereka. Ada yang akan diberikan sepatu, pakaian dan diberi uang. Termasuk juga ada korban yang akan diberi ilmu tenaga dalam. "Ada juga korban yang dijanjikan akan dibiayai sampai kuliah oleh tersangka. Syaratnya, asal korban mau tinggal dengan tersangka dan tidak menceritakan perbuatan asusila yang dilakukannya," urai perwira menengah dengan pangkat dua melati ini.
Perbuatan asusila terhadap keenam korban ini, Ujung menegaskan, dilakukan di beberapa tempat. Namun paling sering di dalam ruang kepala sekolah dan juga dalam mobil milik KL.
Sekadar diketahui, KL, dilaporkan ke Polres Malang oleh enam siswinya, Selasa lalu. Siswi kelas VII dan VIII ini, mengaku telah dicabuli oleh KL, Kepala SMPN di Kromengan, tempat mereka sekolah. Pencabulan dilakukan KL sejak Januari 2018 lalu.
Modusnya, KL memanggil korban ke ruangannya. Kemudian merayu para korban untuk dibuka  aura tubuhnya. Setelah berhasil membujuk rayu, KL kemudian meraba bagian sensitif tubuh korban. Perbuatan tersebut dilakukannya berulang kali.
"Untuk sementara, korban baru enam orang saja. Tetapi kami akan dalami dari pemeriksaan tersangka dan saksi. Apakah ada korban lain, selain keenam siswi yang sudah menjadi korbannya," papar Ujung.(agp/han)

Berita Lainnya :