magista scarpe da calcio Mirna Cempluk Tersangka, Korban Terus Bertambah


Mirna Cempluk Tersangka, Korban Terus Bertambah

BATU - Penyidik Polres Batu bekerja maraton pasca penyerahan diri  Julisa Cancerita alias Mirna Cempluk, 32, warga Jl Telaga Golf, Araya Kota Malang. Semalaman, polisi melakukan pemeriksaan terhadap Mirna sebagai saksi.
Kemarin (3/8) pagi polisi melakukan gelar perkara dan akhirnya menetapkan Mirna Cempluk sebagai tersangka dalam kasus investasi bodong. Dasar penetapan tersangka ini adalah laporan dari 21 korban yang berasal dari Pasuruan, Tulungagung, Jember,  Banyuwangi, Surabaya, Malang Kab, Malang Kota dan Kota Batu, dengan total kerugian sebesar Rp 821 juta. Kerugian ini lebih sedikit dibandingkan nominal dari nama-nama korban beserta kerugian yang beredar dan diterima Malang Post. Edisi kemarin (3/8/17), ada 73 nama yang diperkirakan menginvestasikan dana senilai Rp 4 miliar lebih ke Mirna, sementara di media sosial beredar data 120 korban dengan total dana investasi lebih dari Rp 7 miliar.  
Akibat perbuatannya tersebut, polisi menjerat Mirna Cempluk dengan dua undang-undang yakni KUHP pasal 372 dan 378 untuk penipuannya dan UU ITE pasal 4 dan 5 karena telah melakukan pembohongan informasi dengan menggunakan akun Facebooknya.
 “Tersangka telah melakukan penipuan dan penggelapan dan mempublikasikan berita bohong melalui Facebook hingga banyak orang ingin menanamkan investasinya,” ujar Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto didampingi Kasat Reskrim Polres Batu, AKP Dzakiy Dzul Karnaen. 
Selain menahan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa dua bendel buku yang digunakan Mirna untuk pembukuan keuangan investasi, uang tunai sisa hasil transaksi sebesar Rp 950 ribu, sebuah buku rekening BNI atas nama Julisa, sebuah buku tabungan BRI atas nama Julisa, dua buku rekening BCA a/n Julisa, sebuah HP Blackberry dan dua lembar bukti gadai logam mulia di Pegadaian serta bukti transfer dari para korban.
Selama ini, saat dikejar-kejar oleh para membernya, Mirna Cempluk bersembunyi di rumah saudaranya. Ketika ia mengetahui banyak membernya yang melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tersangka pun memilih menyerahkan diri ke Polres Batu dengan didampingi suaminya Mikko, anak serta pembantunya yang bernama Aci. 
Dari hasil pemeriksaan, ditegaskan kapolres, tersangka Mirna Cempluk melakukan penipuan ini seorang diri. Dia mengelola akun FB, menerima uang investasi dari pemodal hingga memberikan profit juga menggunakan dana tersebut. 
Dalam kesempatan itu, Kapolres menuturkan kronologis kejadian. Mirna Cempluk memulai usaha menjual pakaian bayi anak-anak pada Juni 2015. Usaha ini dibangun menggunakan modal uang pesangon suaminya dari perusahaan swasta.
 “Agustus 2016, tersangka mengembangkan usahanya dengan menawarkan kepada orang lain agar menanamkan investasi dengan janji keuntungan sebesar 20 persen dari dana yang ditanamkan,” ujar Kapolres.
 Dari tawaran itu, terkumpul banyak penanam modal yang menyerahkan investasinya mulai dari Rp 5 juta hingga Rp 200 juta. Namun usaha tersebut hanya berjalan 5 bulan, kemudian mandeg dan stagnan pada Januari 2017. “Ternyata, duit yang diinvestasikan para member tidak digunakan untuk membesarkan usaha yang ada, namun digunakan untuk kepentingan pribadi dan menutupi uang investasi dari pihak lain. Contoh duit dari si A diberikan untuk si B, gali lubang tutup lubang, hingga tidak mungkin lagi tertutupi,” ujar Buher, panggilan akrab Kapolres. 
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan janji-janji keuntungan besar. Buher meminta masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih investasi.
Selain melakukan penyidikan terhadap tersangka Mirna, Satreskrim Polres Batu juga akan menutup akun Facebook Mirna dan meminta kepada masyarakat untuk tidak mengirimkan uang ke rekening Mirna. Kapolres juga menjelaskan, Mirna belum pernah ditahan dalam kasus penipuan. Pihaknya masih terus mengorek keterangan tersangka tentang berapa jumlah riil korban, kemudian mencocokkan dengan bukti aliran dana yang masuk ke rekening tersangka. 
 
Sementara itu, korban penipuan Mirna Cempluk, terus bertambah. Kemarin siang, ada empat korban yang melapor ke Mapolsek Singosari dengan kerugian bervariasi. Keempat korban masing-masing adalah Rara R.W, warga Kecamatan Sukun Kota Malang, dengan kerugian Rp 5 juta, Ririn A dan Marven N, keduanya warga Kecamatan Singosari dengan kerugian Rp 25 juta serta Rp Rp 23 juta, dan Risa U, warga Pasuruan yang menanamkan investasi Rp 145 juta.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, membenarkan adanya laporan tersebut. “Untuk Polres Malang, sama sekali tidak ada laporan. Namun di Polsek jajaran, baru Polsek Singosari yang menerima laporan penipuan Mirna Cempluk siang ini (kemarin siang, red),” ujarnya.
Laporan tersebut, lanjut Azi, tetap akan ditangani oleh Unit Reskrim Polsek Singosari. Satreskrim Polres Malang, hanya memback up penyelidikan kasusnya. Termasuk akan terus memantau perkembangan kasus sekaligus akan berkoordinasi dengan Polres Batu.
“Tetapi kalau ada warga lain yang merasa tertipu, silakan saja melaporkan kasusnya ke Polres Malang ataupun Polsek terdekat. Karena kasus penipuan ini akan menjadi atensi serius,” tuturnya.
Panitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono, dikonfirmasi membenarkan adanya laporan penipuan Mirna Cempluk tersebut. Keempat korban, menurutnya sudah membuat laporan resmi serta sudah dimintai keterangan.
Modus penipuan yang dialami keempat korban, semuanya sama dengan korban lainnya. Mereka tergiur dengan investasi perlengkapan bayi yang ditawarkan oleh Mirna Cempluk, melalui akun Facebook. Setelah a mentransfer sejumlah uang kepada Mirna Cempluk, namun sampai jatuh tempo waktu yang disepakati, janji yang disampaikan tidak bisa ditepati.
“Saat ini kami masih proses penyelidikan. Selain meminta keterangan saksi, kami juga segera berkoordinasi dengan Polres Batu, untuk proses penyidikannya,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang ini.(dan/agp/han)
 

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top