Jadi Saksi, DJ Katty Laris Diajak Selfie

MALANG - Disc Jockey (DJ) Katty Butterfly, memukau pengunjung Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen, Kamis kemarin. DJ asal Thailand ini 'laris manis' dimintai foto dan swafoto atau selfie. Tidak hanya pengunjung, panitera dan hakim pun ikut narsis foto dengan DJ cantik berkulit putih ini.
"Nanti fotonya tolong dikirim ke WA saya," kata salah satu Hakim, kepada media seusai foto bersalaman dengan DJ Katty, sembari tertawa lebar.
DJ Katty Butterfly, hadir di Pengadilan Negeri Kepanjen, tidak untuk show. Dengan penampilan elegan memakai kemeja putih dan paduan rok warna hitam, Katty hadir sebagai saksi kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan mantan managernya Muhammad Nuriman Winanta. Ia hadir dengan translatornya, Ocay yang juga sebagai saksi.
Kasus penipuan yang sempat ramai ini, dilaporkan Manager PT Adi Karya Cipta Abadi (Hawai Waterpark Malang) ke Polres Malang pada awal Januari 2017 lalu. Setelah melalui proses penyidikan panjang, akhirnya masuk babak baru. Kemarin kasus ini disidangkan di Pengadilan Negeri Kepanjen.
Sebagai terdakwa dalam kasus penipuan adalah mantan manager DJ Katty. Pria asal Jalan Tebet Barat Dalam, Jakarta Selatan yang akrab dipanggil Omar itu, didakwa dengan pasal 62 Undang-undang nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau pasal 378 sub 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan.
Omar, telah menerima uang pembayaran fee dari pihak Hawai Waterpark senilai Rp 75 juta lebih. Namun setelah menerima pembayaran, Omar ingkar janji dan menghilang. Rencana penampilan DJ Katty di malam penghujung akhir tahun 2016 itupun gagal terlaksana.
Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Syafrudin, menghadirkan dua orang saksi. Yakni DJ Katty Butterfly serta Ocay, penerjemah dari DJ Katty. Pemeriksaan kedua saksi berjalan cukup lama hampir tiga jam, mulai pukul 10.30 sampai 13.30.
"Saya kenal dengan terdakwa (Omar, red) karena ada hubungan kerja. Saya menjadi translator antara DJ Katty dengan terdakwa," ucap Ocay, menjawab pertanyaan Hakim.
Saksi Ocay, menerangkan bahwa DJ Katty memang sedianya tampil di Hawai Waterpark pada malam pergantian tahun baru pada 31 Desember 2016 lalu. Namun sampai hari H tampil, fee untuk DJ Katty satu sen pun tidak diberikan. Terdakwa Omar, sama sekali tidak bisa dihubungi, hingga akhirnya DJ Katty gagal tampil.
Sementara DJ Katty, dalam keterangannya melalui penerjemahnya, mengaku sudah tahu akan tampil di Hawai Waterpark, dua bulan sebelumnya. Ia dihubungi oleh terdakwa Omar. Namun sampai hari H akan tampil, ia sama sekali tidak mendapat uang kontrak, baik secara tunai ataupun transfer.
Bahkan yang mengejutkan, ketika diminta Hakim melihat surat perjanjian kontrak dengan Hawai Waterpark yang ditulis dengan Bahasa Indonesia, DJ Katty mengaku sama sekali tidak pernah tanda tangan. Dalam surat perjanjian, tanda tangannya dipalsukan. Katty merasa dirinya juga tertipu oleh mantan managernya itu.
"Saya saat itu tidak jadi berangkat ke Malang, karena fee belum dibayar. Takut dengan pengalaman sebelumnya tidak ada pembayaran di depan, makanya saya batal. Apalagi dia (Omar, red) saat itu juga tidak bisa dihubungi," terang DJ Katty dengan tenang.
"Beberapa kali saya dibohongi oleh dia. Pemotongan harga tiket (pesawat) dari fee saya, melebihi dari harga tiket dan sama sekali tidak masuk akal," sambungnya. 
Terdakwa Omar, yang diberi kesempatan oleh Majelis Hakim untuk bertanya kepada kedua saksi, malah memberikan pertanyaan yang membingungkan semua orang dalam sidang. Pertanyaannya di luar dari kasus penipuan yang disidangkan.
Tak ayal, aksi ngeyel Omar ini, membuat Majelis Hakim yang memimpin sidang sempat emosi dan geleng-geleng kepala. Sudah diingatkan beberapa kali, namun Omar tetap saja melontarkan pertanyaan di luar dari kasus yang disidangkan. 
"Jangan bertanya di luar kasus yang disidangkan. Jangan bertanya yang membuat bingung kami dan panitera yang mencatat," tegas Ketua Majelis Hakim, Syafrudin.
Jaksa Penuntut Umum, Ari Kuswiyadi mengatakan, kemarin adalah sidang kedua. Sebelumnya sidang pertama adalah pembacaan dakwaan. "Sidang dilanjutkan Senin depan dengan agenda saksi lagi," ujarnya.(agp/han)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :