Ngaku Bisa Ambil Harta Karun Secara Gaib, Tipu Kenalan Rp 29,1 Juta


MALANG – Penipuan dengan mengaku bisa menarik harta karun secara gaib, ternyata masih ada. Modus penipuan inilah, yang Kamis (8/3) lalu berhasil dibongkar Unit Reskrim Polsek Ngajum. Yakni dengan menangkap Isman, 59, warga Jalan Hasanudin, Desa Dilem, Kepanjen.
Polisi meringkus Isman di rumahnya setelah sebelumnya mendapat laporan penipuan dari Mistin, 61, warga Dusun Segelan, Desa Balesari, Ngajum.  Mistin mengaku kalau dirinya tertipu uang sejumlah Rp 29,1 juta, setelah tergiur oleh janji manis tersangka.
“Total uang yang diberikan kepada tersangka sekitar Rp 29,1 juta. Tetapi tidak diberikan langsung, melainkan bertahap sejak tahun 2016,” ungkap Kapolsek Ngajum, AKP Imam Mustaji.
Sebelumnya antara tersangka dengan korban memang sudah saling kenal. Pada pertengahan 2016 lalu, tersangka mendatangi rumah korban. Ia mengatakan habis bermimpi dan mendapat petunjuk dari pangeran, bahwa korban mendapat akan mendapat harta karun dalam jumlah banyak.
Harta karun tersebut, dikatakannya terkubur di perkarangan belakang rumah korban. Untuk bisa mengambil harta itu, tersangka menawarkan diri membantu menariknya secara gaib. Tentunya, harus ada persyaratan yang dipenuhi oleh korban.
Yaitu, korban harus menyerahkan sejumlah uang. Uang itu, sebagai mahar untuk membeli persyaratan seperti minyak misik, kain kafan, dupa dan lainnya. Awalnya Mistin memang tidak percaya, tetapi setelah dirayu, akhirnya korban terbuai dengan janji manis dan omongan tersangka.
Sejak pertengahan 2016 lalu itupun, korban langsung menyerahkan sejumlah uang. Untuk meyakinkan korban, Isman membeli satu gelang emas di Pasar Kepanjen. Kemudian ditunjukkan pada korban dengan berpura-pura menarik dari dalam tanah.
Gelang emas itu, lalu diberikan kepada korban supaya dijual ke Pasar Kepanjen, untuk membuktikan keasliannya. Karena memang emas asli, gelang itupun laku terjual. “Dari situlah akhirnya korban bertambah percaya,” ujar Imam Mustaji.
Akhirnya Mistin terus memberikan uang setiap kali tersangka meminta. Bahkan, ia terpaksa menjual sapi dan pohon jati. Setelah uang yang diserahkan sudah cukup banyak, korban menanyakan perihal harta karun yang dijanjikan oleh tersangka.
Untuk menutupi kebohongannya, tersangka pun langsung berburu logam kuningan, kalung kuningan dan gelang kuningan di Pasar Loak Kepanjen serta Pasar Comboran Kota Malang. Semua barang kuningan yang terkumpul itu, kemudian dibungkus kain putih dan ditanam di perkarangan belakang rumah korban.
Setelah tertanam, tersangka kemudian menunjukkannya pada korban bahwa itu hartanya. Tetapi belum bisa diambil, lantaran belum menjadi emas murni. Tersangka terus menjanjikan hingga akhirnya meminta korban untuk membongkarnya pada 5 Maret 2018 lalu.
Begitu dibongkar, ternyata semua benda kuningan itu tidak berubah menjadi emas. Karena merasa telah tertipu itulah, akhirnya korban melaporkannya ke Polsek Ngajum. Tersangka pun berhasil ditangkap di rumahnya.
“Untuk sementara pengakuannya baru satu korban saja,” sambung mantan Kanitreskrim Polsekta Sukun ini. Sementara itu, tersangka Isman, mengatakan kalau uang yang diberikan oleh korban sudah habis untuk biaya mencukupi kebutuhan keluarganya. “Uangnya sudah habis pak,” kata tersangka Isman singkat.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...