Kasek Cabul Dinonaktifkan


MALANG – Kasus dugaan pencabulan terhadap enam siswi, tidak hanya menyeret Kepala SMP, Drs. Krisyanto Latif, meringkuk dalam penjara. Warga Perum Turen Permai ini, juga mendapat sanksi administrasi. Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, akan menonaktifkan jabatannya sebagai Kasek.
“Mulai Senin lusa nanti, dia akan kami nonaktifkan sebagai Kasek. Ada Plt (pelaksana teknis), yang kami tunjuk untuk menggantikannya,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, M. Hidayat.
Krisyanto Latif, dinonaktifkan sebagai Kasek menyusul penetapannya sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Malang. Apalagi pria berusia 56 tahun itu, juga telah meringkuk dalam tahanan Polres Malang.
Ia terbukti bersalah melakukan dugaan pencabulan terhadap enam siswi salah satu SMP di Kecamatan Kromengan. Meski dinonaktifkan dari jabatan Kasek, namun bukan berarti Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, diam saja.
Bersama dengan PGRI Kabupaten Malang, tetap akan memberikan pendampingan advokasi kepada Krisyanto. Alasannya, karena masih mengedepankan asas praduga tak bersalah. “Tidak ada salahnya kan, jika kami memberikan pendampingan advokasi,” katanya.
“Apalagi, yang bersangkutan juga mengatakan dan bersumpah tidak pernah melakukan pencabulan. Karenanya, kami masih mengedepankan asas praduga tak bersalah,” jelas Dayat, sapaat akrabnya.
Ditambahkannya, bahwa Krsiyanto, saat ini memang masih menjabat sebagai Kepala SMP di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. Sebelumnya dia menjadi Plt di SMP Kromengan. Hanya tiga bulan saja menjadi Plt, kemudian diangkat menjadi Kasek di SMP Sumbermanjing Wetan.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, mengatakan belum ada saksi ataupun korban tambahan. Korban pelecehan seksual tersangka Krisyanto ini, masih tetap enam orang.
“Kami masih terus mendalami perkaranya. Korban juga tetap enam orang tidak bertambah. Sedangkan tersangka, masih tetap tidak mengakui perbuatannya,” tutur Adrian Wimbarda.
Seperti diberitakan, Krisyanto, Rabu (7/3) lalu dibekuk Tim Buser Polres Malang di rumahnya. Penangkapannya selang sehari setelah Polres Malang menerima laporan pencabulan dari enam siswi SMP di Kecamatan Kromengan. Meski sudah ada bukti, namun tersangka Krisyanto, tidak mau mengakui perbuatan asusila tersebut.(agp/jon/mar)

Berita Lainnya :