Kematian Agus Samad Segera Dirilis

 
MALANG – Kasus kematian purnawirawan Kolonel Polisi (sekarang Kombespol) Agus Samad masih menjadi topik misterius yang diperbincangkan di internal kepolisian. Bahkan, sosok Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin pun masih enggan berterus terang kepada publik, tentang teka-teki meninggalnya mantan Wakapolda Sumut itu.
Saat ditanyai wartawan usai menghadiri haul Darul Hadist di Jalan Aris Munandar pagi kemarin, Machfud enggan memberi konfirmasi jelas soal kasus tersebut. “Nanti ada waktu pas, akan dirilis, kapan rilisnya, ya setelah semuanya siap,” kata Machfud sembari meninggalkan wartawan dan lokasi haul.
Kasus kematian Agus Samad yang diduga kuat mengarah kepada pembunuhan, masih membuat publik bertanya-tanya. Rasa penasaran terhadap titik terang kasus ini, juga dinantikan oleh masyarakat. Karena, baru kali ini masyarakat Kota Malang mengetahui ada kasus diduga pembunuhan terhadap polisi.
Walaupun anggota korps bhayangkara ini sudah pensiun, topik soal Agus Samad masih menjadi perbincangan. Terutama, bagaimana cara pelaku meninggalkan lokasi TKP setelah menghabisi nyawa Agus Samad di rumahnya, perumahan Bukit Dieng MB09 Malang. 
Syarendra, 32 tahun warga Kecamatan Lowokwaru misalnya, mengaku masih menunggu kejelasan kasus ini.“Saya sebagai pembaca penasaran bagaimana sebenarnya kasus ini, karena yang meninggal bukan orang sembarangan. Apakah benar dia dibunuh, kami ingin tahu,” jelasnya. 
Sementara itu, pihak Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto memberi jawaban yang sama normatifnya dengan Kapolda Jatim. Kepada wartawan, dia hanya menjawab bahwa kasus ini akan segera diungkap. Menurut Setyo, Polri sudah mengantungi bukti-bukti yang signifikan untuk memberi titik terang pada kasus ini. 
Dia hanya berjanji bahwa kasus ini akan diungkap dalam waktu dekat, namun tak bisa menyebut kapan tenggat waktu penyelesaian kasus yang menghebohkan dunia kepolisian ini. Agus Samad, merupakan korban yang ditemukan tewas di taman belakang rumah, dengan kedua tangan tersayat dan kedua kaki terikat tali rafia. 
Dia diduga dibunuh, karena TKP penemuan mayatnya janggal. Tubuh korban, ditemukan di taman belakang, jauh dari genangan darah yang berceceran di bawah meja makan ruang tengah rumah Bukit Dieng MB 09, Kelurahan, Pisangcandi, Sukun. (fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...