Pegawai Honorer Pemkab Malang Ditangkap

 
MALANG – Polres Makota mengamankan seorang pegawai honorer Kabupaten Malang karena dugaan pidana fidusia. Pegawai tersebut adalah Anton Sujarwo Ekosaputro, 28 tahun warga Jalan Kolonel Sugiono, Kemantren Jabung. Anton diciduk polisi karena diduga berkongkalikong dengan pegawai Kartika Sari Motor Dinoyo, bernama Ema 27 tahun warga Dinoyo yang sudah ditangkap duluan oleh Polres Makota.
“Berawal dari penangkapan terhadap aktor intelektual perkara fidusia ini, atas nama Ema, pegawai Kartika Sari Motor Dinoyo, kasus dikembangkan hingga mengamankan sosok AS,” papar Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra kepada wartawan di Polres Makota.
Menurut pengakuan para tersangka kepada polisi, modus pidana fidusia yang dipakai, adalah membeli motor secara kredit, membayar uang muka dan satu bulan cicilan lalu dijual. Ambuka memaparkan, Ema menjual motor baru kepada orang lain dengan harga yang tidak umum dan lebih murah dibandingkan harga asli.
“Harganya bisa sangat anjlok, bisa lebih murah hingga selisih Rp 2 juta,” sambung Ambuka.Ema sebagai aktor intelektual, mengeluarkan motor dari dealer untuk memenuhi pesanan kredit atas nama Anton. Motor yang sudah dikeluarkan oleh dealer tersebut lalu dijual oleh Ema dengan harga murah.
Dari sinilah, Ema memakai ilmu marketingnya untuk mengelabui para korban. Dia mengatakan kepada para korban yang membeli motor, bahwa pembeli pertama membatalkan pembelian. Dengan iming-iming kendaraan murah inilah, para korban, yang sampai saat ini terhitung mencapai tujuh orang, mau membeli motor tersebut.
Ema menjanjikan BPKB dan STNK akan diberikan kepada para korban, dengan jangka waktu enam bulan. Hanya saja, aksi kejahatan Ema dalam perkara fidusia ini terendus korban yang curiga. Setelah menunggu enam bulan, BPKB dan STNK tak kunjung keluar. Akhirnya, para korban sejumlah tujuh orang, melapor ke Polres Makota.
“Tersangka yang wanita ini, sudah melaksanakan modus pengemplangan seperti ini ratusan kali, sedangkan laporan yang masuk ke Polres Makota adalah tujuh transaksi motor. Kami masih melakukan pengembangan untuk memburu DPO dengan inisial ND,” tutup Ambuka.(fin/jon/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...