Hidung Robek Dihajar Teman


 
MALANG – Tak terima menjadi korban pemukulan, Riki Mulyadi alias Pentol, 30, warga Jalan LA Sucipto, Malang mengadu ke petugas Polsek Wagir. Ia melaporkan RW, warga Perum Bumi Mas Indah, Desa Jedong, Wagir, atas tuduhan penganiayaan. 
Pentol mengaku dipukuli dengan tangan kosong, hingga mengakibatkan luka robek di hidung serta bibir bagian bawah. “Laporannya sudah kami terima, dan korban sudah kami mintakan visum. Saat ini kami masih menyelidiki kasusnya,” ujar Kanitreskrim Polsek Wagir, Iptu Anwari Sidiq.
Aksi penganiayaan terjadi Sabtu (10/3) malam lalu sekitar pukul 20.30, di rumah pelaku RW. Dugaan pemukulan tersebut, karena masalah HP yang diservis.
“Kalau keterangan korban, masalahnya karena HP,” tuturnya. Ceritanya, sebelum penganiayaan terjadi, korban bermain ke rumah temannya Yudiono, di Kecamatan Wagir. 
Ketika sedang bertamu itu, didatangi oleh pelaku RW. Pelaku memanggil korban, kemudian memintanya datang ke rumah. Setelah memberitahu itu, pelaku langsung pergi. Tak lama kemudian, korban menyusul ke rumah korban sendirian. Di tengah perjalanan menuju rumah pelaku, korban sempat bertemu dengan temannya. 
Korban sempat diberitahu untuk tidak datang ke rumah pelaku, namun sama sekali tidak digubrisnya. Korban tetap menuju rumah korban. Begitu bertemu, mereka langsung terlibat cek-cok mulut masalah HP yang diservis. Belum berakhir perang mulur, pelaku langsung memukuli korban berulang kali dengan tangan kosong. 
Pukulan bertubi-tubi itu, mengakibatkan hidung dan bibir korban berdarah. Puas memukuli, pelaku langsung pergi. Korban pun yang merasa kesakitan juga pergi. Baru kemarin siang, Pentol yang tidak terima dengan pemukulan itu, memilih melaporkan ke polisi. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :