Polisi Endus Pelanggaran Lelang Aset Valentina

 
MALANG - Polres Malang Kota (Makota) mengendus ada ketidakberesan dalam   pelaksanaan lelang terhadap sejumlah harta benda yang direbutkan dr Hardi Soetanto, mantan bos PT Hardlent Medika Husada (HMH) Malang dengan DR FM Valentina SH, M.Hum, mantan istrinya. 
Dugaan pelanggaran hukum yang dilaporkan Valentina lewat Gunadi Handoko, SH, kuasa hukumnya, masih dalam tahap penyelidikan. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra tidak membantah saat ditanyai soal perkembangan kasus ini.  “Benar, sudah masuk tahap penyelidikan,” terangnya.
Bahkan, beberapa saksi dari PN Malang dan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang, sudah dimintai keterangan.
“Kami masih menggali data dan keterangan dari para saksi,” ucap dia. Termasuk dugaan pemalsuan tandatangan milik Panitera/Sekretaris PN Malang, Dwi Setyo Kuncoro SH, MH.
“Masih jauh untuk bicara penyidikan. Sekarang masih lidik,” tambah Plt Kanit Tipiter Satreskrim Polres Makota, Aiptu Adji Lukmansyah.
Seperti pernah diberitakan, Hardi mengajukan gugatan lelang terhadap sejumlah harta benda yang dianggap masih miliknya selama menikah dengan Valentina. Melalui PN Malang, pelaksanaan lelang eksekusi penetapan No.01/Pdt.Eks/2017/PN.Tbn Jo. No.25/Pdt.G/2013/PN.Tbn dilakukan Kamis (15/2) siang di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Malang Jalan S. Supriadi Malang. Namun, Gunadi menyayangkan pelaksanaan eksekusi yang tidak tepat. 
Dia mengakui, dasar pelaksanaan eksekusi lelang yang dilakukan PN Malang, adalah Putusan Peninjauan Kembali MA No: 598/PK/Pdt/2016, tertanggal 24 November 2016, yang intinya menghukum Valentina untuk membagi harta bersama yang diperoleh selama perkawinan dengan Hardi.
“Akan tetapi amar a quo tidak menyebut berupa apa wujud harta bersama perkawinan klien kami dengan dr Hardi sebagai pemohon lelang, sehingga amar putusan yang demikian tidak jelas (obscuur) dan merupakan putusan non eksecutabel,” ungkap pria yang juga menyandang gelar MM, MHum, CLA ini.
Dikonfirmasi terpisah terkait dugaan ada pemalsuan tanda tangan ini, Kuncoro, panggilan akrab Pansek PN Malang itu, mengaku belum tahu surat mana yang diduga dipalsukan.
“Saya merasa sepertinya tidak ada tandatangan saya yang dipalsukan,” terangnya.
“Dan menurut saya, semua proses lelang sudah sah,” kata dia.
Kuncoro menolak menjelaskan secara teknis proses lelang tersebut muncul.
“Seingat saya, semua yang berhubungan dengan lelang itu, tandatangan saya semua. Termasuk pengumuman lelang yang di koran itu, juga tandatangan saya. Jadi tidak ada yang dipalsu,” tutupnya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...