Ivan Gelapkan Uang Ratusan Juta


 
MALANG - Pagar makan tanaman. Setidaknya ungkapan itu pas untuk Ivan Widya Aryono, warga Perumdam V Brawijaya, Kelurahan Candirenggo, Singosari. Sudah diterima bekerja di PT Panah Mas Ekatama Distrindo, tahun 2015 lalu, ternyata dia menyalahgunakan kepercayaan itu.
Pemuda berusia 36 tahun itu menggelapkan uang perusahaan yang nilainya ratusan juta rupiah. Kemarin, ia dijemput paksa anggota unit reskrim Polsek Singosari di rumahnya, setelah perusahaan tempatnya bekerja melaporkan penggelapan uang tersebut. Hingga semalam, dia masih diperiksa.
“Kami juga amankan barang buktinya,” kata Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Yakni berbagai kuitansi dan faktur penjualan dari PT. Panah Mas Ekatama Distrindo.
“Kami amankan tersangka setelah ada bukti yang cukup kuat. Dia juga mengakui perbuatannya,” tambahnya.
Tersangka sendiri bekerja di PT Panah Mas Ekatama Distrindo, Jalan Perusahaan, Desa Tunjungtirto, Singosari sebagai sales. Tugasnya menawarkan produk minuman mineral dan kopi kemasan ke toko-toko. Setahun bekerja, sama sekali tidak ada masalah. Namun sejak 2016, ia mulai nakal. 
Ivan, panggilannya, membuat orderan fiktif dari toko, yang kemudian disetorkan ke perusahaan. Selanjutnya, sesuai orderan perusahaan mengeluarkan barang kepada tersangka untuk dikirim ke toko tujuan. Namun kenyataannya, oleh tersangka produk barang itu tidak dikirim ke toko sesuai orderan. 
Tetapi dijual ke toko lain. Uang hasil penjualan produk itu, oleh tersangka sebagian ada yang disetorkan ke perusahaan, namun sebagian dikantongi sendiri. Penggelapan yang dilakukan ini terbongkar, setelah perusahaan menagih uang orderan ke toko.
“Pemiliknya tidak pernah order,” ungkap Supriono.
Dari situlah akhirnya perusahaan mulai curiga, yang kemudian melakukan audit. Hasil audit, diketahui ternyata ada uang sebesar Rp 147 juta yang digelapkan oleh tersangka. Tanggal 20 Nopember 2017 lalu, perusahaan melaporkannya ke petugas Polsek Singosari.
Polisi pun melakukan penyelidikan. Beberapa toko yang pernah didatangi Ivan, dimintai keterangan. Begitu bukti cukup kuat, baru kemarin, Ivan diamankan dari rumahnya. 
“Uangnya habis saya gunakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga, serta membayar utang,” aku Ivan kepada petugas yang memeriksanya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...