PTUN Alihkan Perkara Taman Harapan ke PN Malang

 
MALANG - Kasus perebutan kekuasaan di yayasan Taman Harapan Malang masih belum selesai. Meskipun petitum pihak yayasan Asmo Basuki tidak diterima PTUN, sidang masih akan dilanjutkan di PN Malang, dengan tergugat pihak yayasan Tjaturono. 
Gunadi Handoko SH, menyampaikan bahwa hakim memutuskan mengabulkan eksepsi dari pihak intervensi Tjaturono, kliennya. Pasalnya, menurut Ketua DPC Peradi Malang, perkara ini harusnya dimulai di tingkat PN Malang. 
“Sengketa ini menjadi kewenangan pengadilan negeri, bukan PTUN. Karena yang dipersoalkan adalah keabsahan akta notaris yang mencatat pengurus yayasan,” terang Gunadi dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Dalam persidangan PTUN ini, hakim menyampaikan bahwa kompetensi absolut untuk mengadili perkara tersebut, berada di tingkat PN Malang dan bersifat perdata. Kuasa hukum yayasan Asmo, Dr Solehoddin SH MH menegaskan putusan dari hakim PTUN, sama sekali tidak memenangkan pihak Tjaturono.
“Jadi putusan hakim PTUN itu bukan untuk memenangkan pihak Tjaturono, kita belum masuk dalam pokok perkara. Tapi, eksepsi yang diterima oleh hakim PTUN, adalah eksepsi absolut, bahwa yang nantinya berwenang mengadili perkara ini, adalah PN Malang,” kata Soleh dikonfirmasi terpisah.
Menurut advokat yang juga pengurus DPN Peradi tersebut, Kementerian Hukum dan HAM RI, sama-sama menerima dan mencatat AHU dari kedua yayasan. Sehingga, saat ini pihaknya sedang menunggu keputusan pihak yayasan Asmo untuk menggugat pokok perkara kasus tersebut. Yakni, urusan pengangkatan pengurus oleh pihak Tjaturono. 
“Kedua AHU sama-sama diakui dan dicatat oleh Kemenkumham. Sehingga, sekarang ranahnya adalah sengketa kepengurusan. Sidangnya nanti di PN Malang,” tambahnya. 
Menurut Soleh, saat ini pihaknya tengah berembuk dengan pengurus yayasan Asmo, untuk menentukan langkah hukum. Apakah pihak Asmo akan mengajukan banding terhadap putusan PTUN, atau langsung melayangkan gugatan baru ke PN Malang, Soleh masih berdiskusi internal dengan kliennya. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :