Kunker ke Polsek Jajaran, Ajak Perangi Hoax

 
MALANG - Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK, MH melakukan kunjungan kerja ke polsek jajaran bersama dengan para Pejabat Utama (PJU) Makota. Dalam kunjungannya tersebut, Kapolres memberikan imbauan kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk memerangi berita bohong alias hoax. 
Kunjungan kerja diadakan di Polsek Sukun dan Polsek Lowokwaru, Senin (12/3). Dalam acara tersebut juga dihadiri Danramil, Camat  dan Lurah setempat. 
Pada kesempatan tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, SIK, MH memantau situasi Kamtibmas pada wilayah setempat. Kemudian, juga melakukan pemeriksaan administrasi dan pengawasan pada masing-masing fungsi. Seperti fungsi Reserse Kriminal (Reskrim) dan fungsi Lalu Lintas (lantas). 
"Kami juga menekankan kepada anggota untuk melaksanakan program Polisi RW dan juga Polisi Cinta Masjid. Selain itu, kami juga akan memaksimalkan tim Hunter Makota," kata dia. 
Tim Hunter Makota yang dibentuk sejak kepemimpinannya tersebut adalah meletakkan anggota kepolisian di tempat rawan kejadian."Kemudian, kami akan menindak tegas jika ada masyarakat yang terbukti melakukan tindak kriminal," tegas pria asal Kendal, Jawa Tengah tersebut. 
Pada kesempatan tersebut, Asfuri juga memberikan imbauan kepada masyarakat terkait bahaya hoax. Ketika masyarakat menerima pesan broadcast, sebaiknya disaring terlebih dahulu. 
"Berita bohong menjadi menjadi salah satu pemicu perpecahan. Hal ini sudah terjadi di negara tetangga dan terjadi konflik sosial. Itu semua akibat dari berita bohong," lanjut dia. 
Jika nantinya ditemukan oknum yang menyebarkan berita bohong, pihaknya tidak segan-segan akan mengambil langkah tegas. Hal itu sesuai dengan Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). 
"Masyarakat saat ini memiliki kecenderungan ingin terlihat update. Sehingga, ketika menerima informasi tidak ditelaah dulu dan mengecek sumber informasi. Akhirnya asal share. Ketika share, mereka sudah menjadi pelaku penyebaran," tegas dia. 
Oleh karena itu, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat, jika mendapat informasi, sebaiknya disaring terlebih dahulu. 
"Jangan ditelan mentah-mentah dan jangan ikut menyebarkan. Cek dulu sumbernya informasi tersebut betul atau tidak. Gunakanlah teknologi dengan bijak," tandas dia. (tea)

Berita Terkait

Berita Lainnya :