Replik Tak Sesuai Fakta


 
MALANG - Sidang lanjutnya terhadap Timotius Tony Hendrawan Tanjung alias Apeng, 58, warga Perum Puri Palma V Blimbing di PN Malang, kembali digelar kemarin. Sidang menjelang putusan ini, masuk dalam tahap tanggapan jaksa atau replik terhadap pledoi yang dibacakan Apeng.
Tanggapan dibacakan langsung JPU Kejari Malang, Trisnawulan Arisanti SH. Dia menanggapi beberapa pembelaan dari pihak terdakwa. Seperti tentang surat dakwaan palsu dan barang bukti perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) yang dibuat notaris Mohammad Budiman, SH di Solo.
Dijelaskannya, akta jual beli antara terdakwa dengan Hadian Ramadhan tidak pernah dilampirkan sebagai BAP penyidik Polda Jatim. Tentang BAP palsu, menurut JPU, bahwa penasehat hukum tidak dalam kapasitas menyatakan bahwa suatu surat adalah palsu. 
“Sementara dalam persidangan, telah didengar keterangan saksi-saksi dibawah sumpah. Tentang perjanjian pengikatan jual beli memang benar foto copy yang telah dileges pada kantor pos Malang dan diterima oleh majelis hakim,” katanya. 
Sumardhan, SH, kuasa hukum Apeng mengatakan, replik yang dibuat JPU memiliki banyak penyimpangan dari fakta-fakta persidangan.
“Kami akan sampaikan tanggapan atas replik JPU tersebut,” ungkapnya kepada wartawan.
“Setiap orang yang diperiksa di pengadilan, maka keterangan yang paling benar adalah yang ada di ruang sidang. Bukan yang dibuat di BAP. Ini sesuai Pasal 185 (1) KUHAP. PPJB yang dipakai juga foto copian, yang asli tidak ditunjukkan,” tegas pengacara dari Edan Law tersebut.
Seperti diberitakan, Apeng dituntut 4 tahun penjara. Tuntutan itu, dibacakan langsung JPU Hadi Riyanto pada sidang sebelumnya.
Tuntutan hukuman itupun sangat disesalkan Apeng dan Sumardhan. Mereka mempertanyakan, dasar memberikan tuntutan 4 tahun itu. (mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...