Tagih Utang, Dianiaya

 
MALANG - Septian Edi Cahyono, 27, warga Dusun Kembang, Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, sejak Minggu (11/3) lalu harus meringkuk di balik sel Mapolsek Singosari. Ia ditahan atas tuduhan penganiayaan. Korbannya Bintin Nursolifah, 22, tetangganya sendiri. 
"Tersangka kami tangkap malam hari di rumahnya, setelah sebelumnya ada laporan dari korban. Ketika kami amankan, dia mengakui perbuatannya," jelas Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono. 
Peristiwa penganiayaan terjadi pada 27 Januari 2018 lalu di dalam rumah tersangka. Permasalahannya diduga akibat utang piutang antara orangtua korban dan orangtua tersangka. Orangtua Septian, memiliki hutang pada ibu korban. 
Pada waktu itu sekitar pukul 17.00, korban mendampingi ibunya datang ke rumah tersangka. Tujuannya untuk menagih utang. 
Karena uang yang dipinjam sudah jatuh temponya. Namun ternyata orangtua tersangka masih belum bisa membayar. Hingga akhirnya terjadi perang mulut. Ketika cek-cok inilah, tersangka Septian yang baru pulang kerja melihatnya. 
Mungkin terpancing amarah saat melihat ibunya bertengkar, Septian langsung menghampiri korban dan orangtuanya. Selanjutnya tanpa banyak bicara, lantas menampar wajah korban sekali dengan cukup keras. Usai menampar, Septian langsung pergi. 
Sementara korban yang tidak terima dengan penganiayaan yang dialaminya, melapor ke Polsek Singosari dengan diantarkan ibunya. Untuk memperkuat laporan, korban pun dimintakan visum luka memar pada wajahnya. 
Berdasarkan laporan itulah, polisi langsung menyelidiki dengan meminta keterangan saksi-saksi. Setelah cukup bukti, akhirnya menangkap tersangka di rumahnya, ketika mendapat informasi kepulangannya. 
"Pengakuannya dia menampar korban karena tidak terima ibunya bertengkar. Untuk barang buktinya, adalah hasil visum dari Puskesmas Singosari," ujar mantan KBO Reskrim Polres Malang ini.(agp/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :