DPO Pengeroyokan Kanjuruhan Diciduk


MALANG – Dua pelaku pengeroyokan di kawasan Stadion Kanjuruhan yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), diciduk Polsek Kepanjen bekerjasama tim Unit Opsnal II Reskrim Polres Malang.  Yakni, Fitrio Febri Saputra, 20, dan Buku Bintoro, 20, keduanya warga Dusun Talunsono, Ngajum. Keduanya, diciduk di rumahnya masing-masing oleh polisi (12/3) lalu.
Dua pemuda ini ditangkap, setelah Polsek Kepanjen melakukan pengembangan keterangan dari dua pelaku lain yang sudah diamankan sebelumnya. Yakni, Yakni Suryo Bayu Arifianto, 25, warga Dusun Tumpangrejo, Desa Kebobang, Wonosari dan Bambang Wisanggeni, 19, warga Dusun Lopawon, Desa Kebobang, Wonosari.
Kejadian yang membuat para pelaku diciduk oleh polisi, adalah aksi pengeroyokan terhadap tiga orang di Stadion Kanjuruhan pada 7 Januari 2018 lalu. Yaitu Nanda Arianto, 24, warga Sukoyuwono, Desa Palaan Ngajum, Kevin Putra Nugraha, 18, warga Jalan Mbah Ageng Ngajum, serta Sulistiono, 18, mahasiswa Dusun Babatan, Ngasem, Ngajum.
Dari keterangan yang dihimpun, aksi pengeroyokan terjadi pada Minggu 7 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 04.30. Nanda dipukuli oleh para tersangka, sehingga kepalanya mengalami luka memar dan robek di pelipis kanan. Kronologi awal, para tersangka sedang menikmati miras di daerah Stadion Kanjuruhan.
Saat sedang nongkrong dan berpesta, tersangka melihat korban melintas di depan tempat nongkrong. Para tersangka, mengaku mendengar korban berbicara tentang miras. Ternyata, para tersangka tersinggung dengan ucapan Nanda. Tanpa komando, mereka langsung menghentikan Nanda.
Korban pun langsung dipukuli oleh para tersangka. Wajahnya pun menjadi sasaran bogem mentah. Nanda yang tak berdaya, baru lepas dari hantaman para tersangka setelah warga datang berlari melerai. Para tersangka pun kabur dan melarikan diri, sebelum akhirnya diciduk satu per satu oleh Polsek Kepanjen.
“Pelaku diamankan dirumahnya masing-masing tanpa ada perlawanan dan mereka telah mengakui semua perbuatannya. Para tersangka diancam dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama,” tutur Kapolsek Kepanjen, Kompol Bindriyo. Para tersangka, terancam disanksi penjara maksimal 7 tahun. (fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...