Jual Kamera Pinjaman untuk Foya-foya

 
MALANG – Hampir tiga tahun menjadi buronan polisi, Citra Pravika, 22, akhirnya berhasil diamankan Unit Reskrim Polsek Kromengan, Selasa lalu. Warga Jalan Pahlawan Desa Jatikerto Kromengan ini, ditangkap karena kasus penggelapan kamera digital milik Fitriana Warochani, warga Jalan H.M. Ismail Desa Jatikerto.
Tersangka Citra, dibekuk petugas di tempat persembunyiannya di sebuah kos-kosan di Talangagung Kepanjen. Penangkapannya, setelah ada informasi bahwa tersangka ada di tempat kos tersebut. Untuk barang bukti kamera yang digelapkan, masih diselidiki karena sudah dijual.
“Untuk barang bukti kamera masih kami cari. Tersangka mengatakan sudah dijual kepada seseorang yang tidak dikenal. Sebagai barang bukti penggantinya kami amankan dus book kamera merek Canon EOS 1100 D,” ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan.
Diperoleh keterangan, hubungan antara tersangka Citra dengan korban Fitriana ini, adalah teman bermain. Bahkan, mereka sebetulnya masih memiliki ikatan saudara. Pada September 2015 lalu, tersangka datang ke rumah korban dengan maksud untuk meminjam kamera digital.
Alasannya, digunakan untuk mendokumentasikan acara hajatan keluarga. Tersangka berjanji akan mengembalikan dalam waktu dua hari. Lantaran kenal dan tidak curiga, korban pun menyerahkan kamera digitalnya kepada korban.
Namun setelah dua hari, ternyata oleh tersangka kameranya tidak dikembalikan. Ketika diminta tersangka selalu berbelit-belit. Bahkan, saat didatangi di rumahnya tersangka selalu menghindar dan malah menghilang.
Karena merasa telah menjadi korban penipuan dan dirugikan, akhirnya korban yang tidak terima melaporkannya ke petugas Polsek Kromengan. Atas dasar laporan itulah, polisi pun menyelidiki dan berhasil menangkap Citra.
Dalam pemeriksaan, Citra mengatakan kalau kamera dijual kepada orang lain seharga Rp 1,2 juta. Uangnya habis digunakan untuk foya-foya. Usai menjalani pemeriksaan, tersangka langsung dititipkan di tahanan Mapolres Malang.
“Kami menitipkannya karena tersangkanya wanita. Namun untuk perkaranya tetap kami yang menanganinya,” jelas Okta Panjaitan. (agp)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...