Sablon Sepi, Jual Sabu


 
MALANG - Beralasan usaha sablon miliknya sepi, Niko Asrani, 28, warga Jalan Karimun Jawa, Kelurahan Kasin, Malang nekat menjadi pengedar sabu dan pil koplo. Dari penggeledahan di rumahnya, polisi menemukan sabu seberat TIGA gram dan ribuan pil koplo.
Kepada petugas Polsek Dau yang menangkapnya, ayah dua anak ini membantah bahwa dirinya hanyalah seorang kurir. Bukanlah seorang pengedar. Apa yang dilakukannya tidak lain adalah perintah dari pengedar koplo dan sabu di Pekalongan.
Peredaran narkoba ini terungkap saat unit reskrim Polsek Dau mendapatkan informasi akan ada transaksi di Jembatan Sumberjo, yang letaknya tepat berada di belakang objek wisata Taman Rekreasi Sengkaling. 
“Begitu mendapatkan informasi, kita mengadakan penyanggongan, ternyata benar sore itu ada seseorang yang nampak membawa bungkusan kemudian meletakkan begitu saja bungkusan itu,” ujar Kapolsek Dau, Kompol Endro Sujiat. 
“Orang itu mengeluarkan bungkusan dari balik jaketnya dan hendak menaruh bungkusan tersebut, saat itulah polisi melakukan penangkapan. Tersangka memang selalu bertransaksi dengan cara 'ranjau',” urai perwira ini.
Meski kaget, spontan tersangka Niko lari mencoba menyelamatkan diri, namun polisi berhasil menangkapnya. Polisi juga berhasil mengamankan satu bungkus pil dobel L berjumlah 1.000 pil.  Saat itu juga polisi menggelendeng tersangka ke rumahnya.
Di sana, petugas menemukan ada empat plastik yang masing-masing plastik berisi 1.000 butir. “Total pil koplo yang kami sita sebanyak 5.000 butir,” ungkap Endro.
Polisi, lanjut dia, juga mengamankan satu plastik klip berisi sabu seberat tiga gram yang dimasukkan dalam bungkus sabun, kartu ATM BCA dan HP merek Xiaomi. (dan/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :