Perangkat Desa Aniaya Warga


 
MALANG - Niatnya menagih utang, tetapi malah mendapat perlakuan kasar. Nasib itulah yang dialami Leginten, 49, warga Dusun Pakel, Desa Tegalrejo, Sumbermanjing Wetan. Rabu (14/3), dia dipukul oleh Umar alias Herman Sinaga, perangkat desa setempat. 
Permasalahan penganiayaan inipun, viral di media sosial Facebook (FB). Faizah, anak korban yang bekerja di luar negeri, mengunggah kejadian penganiayaan yang dialami ibunya di akun FB miliknya. Dan hingga pukul 17.15, sudah 1.069 komentar dan 122 kali dibagikan. 
“Kalau laporannya ke polisi belum. Karena ibu sedang sakit (stroke). Di rumah ibu sama adik, sedangkan saya masih bekerja di luar negeri,” ujar Faizah, ketika dikonfirmasi Malang Post.
Menurutnya, penganiayaan yang dialami ibunya, terjadi Rabu siang di dalam rumahnya. Waktu itu, Umar datang ke rumah korban.  Kebetulan di rumah korban sedang sendirian, sedangkan Faisal (adik Faizah) bermain ke rumah pelaku Umar. 
“Rumah saya dengan Umar itu berdempetan.  Dia adik ipar istri kedua ayah. Namun dimana keberadaan ayah saya, sudah tidak tahu lagi,” terangnya. 
Ketika datang itu, Leginten lantas menanyakan uang Rp 2 juta yang dipinjam oleh Umar. Karena sudah enam tahun, uang yang dipinjam dengan alasan untuk keperluan pribadi itu, tidak kunjung dibayar.  Saat ditagih, Umar mengatakan agar korban sabar. 
Tetapi karena korban juga butuh uang, terus memintanya. Ternyata ini membuat Umar naik pitam, ia memukul wajah korban.  Karena sakit, korban tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya diam dan berteriak minta tolong. 
Penganiayaan baru berakhir setelah warga sekitar datang ke rumah korban, setelah mendengar teriakan. Umar pun langsung pergi. Sementara korban yang tidak terima, mengadu kepada Faizah dan menceritakan apa yang terjadi. 
Faizah yang tidak bisa berbuat banyak pun, akhirnya mengunggah kejadian yang dialami ibunya lewat FB. Harapannya, ada perhatian dari pihak desa dan aparat setempat. 
“Sesaat setelah kejadian itu, adik saya langsung mengadu ke kepala desa, tetapi tidak ada di tempat,” paparnya. 
“Baru malam harinya, perangkat desa datang ke rumah membawa surat pernyataan perdamaian, dan meminta ibu untuk tidak melanjutkan persoalan itu. Tetapi ibu masih belum menandatangani surat itu,” jelas Faizah. 
Kapolsek Sumbermanjing Wetan, AKP Agus Murdiantono, dikonfirmasi mengatakan sudah mengetahui soal kejadian penganiayaan yang viral tersebut. Bahkan petugas sudah mendatangi rumah korban untuk menanyakan soal penganiayaan itu.
“Korban tidak mau laporan. Alasannya permasalahan sudah diselesaikan perangkat desa,” ungkap Agus. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :