Siswi SD dan Pria Tua Tewas Tenggelam


 
MALANG - Masyarakat sekitar Desa Kedok, Turen, Rabu (14/3) gempar dengan kematian Septian Nur Rahmadani, 9, warga sekitar. Siswa kelas 3 SD ini, ditemukan warga meninggal dunia setelah jatuh tenggelam di sungai tak jauh dari rumahnya. 
“Kejadiannya siang hari. Kami baru mendapatkan laporan sekitar pukul 18.00. Setelah kami identifikasi, memang tidak ada tanda kekerasan. Korban meninggal dunia murni karena tenggelam,” ujar Kanitreskrim Polsek Turen, Iptu Hari Eko Utomo. 
Diperoleh keterangan, peristiwa yang dialami korban ini terjadi sekitar pukul 12.00. Waktu itu, sepulang sekolah, korban bersama lima temannya bermain ke Sungai Bendo, di Desa Kedok, Turen. Jarak sungai dengan rumahnya tidak begitu jauh. 
Tiba di pinggir sungai, korban dan teman-temannya langsung bermain. Entah apa sebabnya, tiba-tiba kaki korban terpeleset hingga membuatnya jatuh ke sungai. Ketika jatuh itu, kepalanya membentur batu yang akhirnya korban tenggelam dan hanyut. 
Lima temannya yang mengetahui, tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka langsung berteriak minta tolong dan memberitahu warga sekitar. Termasuk mengabarkan kepada keluarga, perihal kejadian yang dialami korban.  Warga sekitar lantas berusaha mencari. 
Alhasil jarak beberapa meter, tubuh korban berhasil ditemukan warga dengan kondisi lemas. Saat itu, warga menduga bahwa korban masih hidup dan hanya pingsan saja.  Korban sempat dibawa ke Puskesmas Turen. Namun tim medis menyatakan, korban sudah tidak bernyawa. 
“Pihak keluarga menerima kematiannya, dan tidak mau dilakukan otopsi,” kata mantan KBO Reskrim Polres Malang.
Di bagian lain, setelah tiga hari tidak pulang, Ngadimin, warga Desa Brongkal, Pagelaran, ditemukan sudah menjadi mayat, siang kemarin. Pria berusia 75 tahun ini, ditemukan warga tewas tenggelam di Sungai Brantas, Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran.
Setelah dievakuasi, jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah. 
Selama ini korban memang diketahui mengalami sedikit gangguan kejiwaannya. Hal ini diungkapkan Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni. Sebelum ditemukan tewas tenggelam, korban diketahui pergi dari rumah sejak tiga hari lalu. 
Korban meninggalkan rumah tanpa pamit. Pihak keluarga sudah berusaha mencarinya, namun tidak ketemu. Rabu siang, korban diketahui berjalan di sekitar Sungai Brantas. Saat berjalan itu, tiba-tiba dia jatuh ke sungai. Korban pun sempat diketahui berusaha berenang ke tepian. 
Dua orang saksi mata, Kasian dan Buadi, yang sedang bekerja melakukan pengerukan tanah sungai milik Jasa Tirta, berusaha menolong dengan menggunakan perahu. Namun belum sampai menolong, diketahui tubuh korban sudah hilang tenggelam. 
Kejadian itupun oleh kedua saksi, lantas dilaporkan ke warga sekitar dan perangkat desa. Kemudian dilakukan pencarian hingga siang kemarin. Alhasil, upaya pencarian pun membuahkan hasil. Sekitar pukul 13.00, tubuh korban ditemukan mengapung tak jauh dari lokasi tenggelam. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...