Mistini Hajar Pelakor Dampit


 
MALANG - Meski usia sudah tua, namun api cemburu masih menguasai hati Mistini, 54. Ia memukuli Warsi, 73, tetangganya di Dusun Lambangkuning, Desa Majangtengah, Dampit. Mistini menganggap korban sebagai perebut laki orang (pelakor) yang sudah menggoda suaminya. 
Peristiwa penganiayaan itu sendiri, sebenarnya terjadi 26 Januari 2018 lalu, sekitar pukul 05.00. Namun, Mistini baru tertangkap dini hari kemarin di rumahnya, setelah menjadi buronan Polsek Dampit selama dua bulan. Setelah menjalani pemeriksaan, dia dikirim ke Mapolres Malang.
Dalam pemeriksaan, wanita ini mengaku kabur dan bersembunyi di rumah anaknya di Wajak. “Saya menganiaya karena cemburu. Suami saya digoda,” tuturnya kepada penyidik.
Saat itu, ia mengaku mendatangi rumah korban sendirian. Sampai di sana, pintu rumah Warsi digedornya. Korban yang selesai menjalankan salat Subuh, lantas keluar dan membukakan pintu.
Begitu pintu dibuka, Mistini langsung marah. Ia menuduh korban telah mendekati dan menggoda suaminya.  Terang saja, korban mengelak tuduhan tersebut.
“Dia mengaku tidak pernah menggoda,” tambahnya.
Pengakuan ini ternyata tetap tidak dipercaya oleh Mistini. Tanpa banyak kata, korban dihajarnya berulangkali dengan tangan kosong. Bahkan ia juga menarik rambut dan mendorong tubuh Warsi hingga terjungkal.
Puas melampiaskan amarahnya, tersangka langsung kabur. Sementara Warsi yang mengalami luka robek di bagian pelipis mata kiri, melaporkan penganiayaan itu ke Polsek Dampit.  
“Selama ini, dia sudah kami cari kemana-mana. Begitu ada informasi kalau pulang ke rumahnya, langsung kami amankan,” tegas Kapolsek Dampit, AKP Sri Amung Wulandari. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...