Tak Kuat Derajat Istri

 
MUNGKIN bagi Amel, 35, warga Kecamatan Lowokwaru, cinta pada masa kuliah adalah cinta yang indah. Dulunya, Amel sebagai mahasiswi kedokteran jatuh cinta dengan mahasiswa teknik, Ronald, 35.
Mereka memadu kasih di kampus, hingga akhirnya naik ke pelaminan serta membangun rumah tangga yang indah, penuh kasih mesra. Pada April 2008 lalu, Amel juga sudah siap merasakan indahnya cinta dalam rumah tangga bersama Ronald. 
Bahkan, saat menikah di hadapan penghulu KUA Lowokwaru, Amel pun masih berbunga-bunga. Dua tahun pertama, rumah tangganya seperti tenang-tenang saja. Bahkan, seorang anak lahir pada April 2009. 
Siapa sangka, ketenangan rumah tangganya terusik. Tahun 2010, Ronald ternyata memiliki wanita idaman lain. Bagi Amel, wajah cantik, latar belakang keluarga berada serta profesi sebagai dokter, tidak akan membuat pria berpaling.
Namun, pria pun adalah makhluk arogan, dengan segala gengsi dan kebanggaannya. Sebagai wiraswasta yang belum sukses, Ronald mungkin merasa minder dengan Amel. Secara derajat dan gengsi, Ronald tak bisa memberikan nafkah melebihi gaji istrinya sebagai dokter. 
Karena situasi inilah, Ronald dengan cara yang salah, menjaga arogansi dan gengsinya di hadapan wanita lain. Dia pun memilih wanita selingkuhan yang bukan dokter, juga tidak lebih kaya darinya. Niatnya, menutupi lubang besar dalam hati karena kalah derajat dari sang istri. 
Kendati demikian, ulah Ronald tersebut sangat menghancurkan Amel. Apalagi, saat ketahuan memiliki wanita selingkuhan, Ronald masih bermuka badak mengajak Amel berhubungan badan. Sehingga, Amel melahirkan anak kedua pada Desember 2011. 
Namun, seperti hulu ledak nuklir yang sudah terlanjur jatuh, tingkah perselingkuhan Ronald, hanya tinggal menunggu waktu untuk meledak. Pada Juli 2013, pertengkaran hebat membuat Ronald memutuskan pisah ranjang, dan pergi dari rumah yang ditinggalinya bersama Amel. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :