Keluar Penjara, Fitri Dibui Lagi

 
MALANG - Belum lama menghirup udara bebas, Norma Fitria alias Fitri, 39, harus kembali meringkuk dalam tahanan. Warga Desa Pringu, Bululawang ini, kembali ditahan karena kasus yang sama. Yakni penipuan dengan modus menjual tanah. 
“Dia ditangkap di sekitar Pos Laka Lantas Bululawang. Ketika itu, ia sedang berdebat dengan temannya,” ujar Kanitreskrim Polsek Bululawang, Iptu Ronny Margas.  Menurutnya, tersangka Fitri ini, tahun 2017 lalu pernah ditahan di Polsek Bululawang.
“Perkaranya juga sama yakni penipuan dengan korban berbeda. Kemudian dia menjalani vonis hukuman selama enam bulan. Baru bebas bulan Februari 2018 lalu, kemudian ditangkap lagi,” ungkap mantan anggota reserse Polsekta Blimbing ini. 
"Karena tersangkanya perempuan, usai diperiksa langsung kami titipkan di tahanan Polres Malang. Untuk perkaranya tetap kami selidiki dan terus dikembangkan," tutur pria yang pernah menjabat Kanitreskrim Polsek Pakis itu. 
Aksi penipuan yang kembali menyeret Fitri ke dalam penjara ini, terjadi pada bulan November 2015 lalu. Korbannya M Romli, warga Desa Sudimoro, Bululawang. Korban tertipu uang sebesar Rp 35 juta, karena menyewa tanah fiktif pada Fitri.
Saat itu, tersangka mendatangi korban. Ia menawarkan sebidang tanah seluas 2.800 m2 kepada korban yang ada di Desa Pringu, Bululawang. Tersangka mengklaim bahwa tanah tersebut adalah miliknya. Agar korban percaya, tersangka menunjukkan foto copy sertifikat tanah yang palsu.
Lantaran percaya dengan bujuk rayu tersangka, korban pun akhirnya bersedia. Ia menyewa tanah dalam tempo waktu selama empat tahun, dengan biaya sewa sebesar Rp 35 juta. Namun setelah uang diserahkan dan korban akan menggarap, ternyata tanah yang ditunjukkan itu milik orang lain.
Korban yang tertipu, berusaha meminta uangnya kembali pada tersangka. Namun karena sulit ditemui dan malah menghilang, Romli melapor ke Polsek Bululawang. Berdasarkan laporan itulah, akhirnya Fitri diburu dan berhasil ditangkap lagi. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :