Enam Begal Perdayai Siswa SMP


 
PASURUAN - Aksi begal kembali terjadi di wilayah Kabupaten Pasuruan, Sabtu (17/3) lalu. Sandi, 16, warga Desa Prodo, Kecamatan Winongan, Pasuruan, harus kehilangan motornya, usai dibegal. Bahkan, tangannya nyaris putus karena disabet dengan menggunakan celurit. 
Informasi yang didapat, aksi begal itu terjadi sekitar pukul 15.00. Sore itu, pelajar salah satu SMP ini bersama Muhammad Yakin, 16, temannya jalan-jalan ke Pasar Winongan. Usai puas melihat-lihat, keduanya memutuskan pulang untuk bermain sepak bola di lapangan Dusun Prodo. 
Mereka pulang melewati jalan Dusun Jetis, menggunakan motor Honda Vario 150 warna putih milik Sandi. Tak lama melewati jalan itu, ada pengendara motor berboncengan dua orang mengikuti mereka dari belakang. Curiga ada yang tidak beres, Sandi mempercepat laju motornya.
Tiba di pertigaan Desa Prodo, tiba-tiba empat laki-laki menghentikan motor tersebut. Sandi pun menghentikan motornya. Salah seorang dari mereka menanyakan arah jalan menuju pemandian Banyubiru. Namun, belum berkata apa-apa, pemotor yang mengejar mereka mendekat.
Pemotor itu mencabut kunci kontak motor Sandi. Terang saja, Sandi turun dari motornya dan mencoba mengambil kunci kontak tersebut. Mengetahui korbannya melawan, salah seorang pelaku mengeluarkan celurit dari tubuhnya. Sandi berteriak agar Yakin lari. 
Namun belum sempat lari, Yakin sudah ditodong celurit. Salah seorang pelaku juga menebaskan celurit yang dibawanya ke tangan Sandi yang masih berusaha mempertahankan motornya. Begitu korban tersungkur, motor itu dibawa kabur komplotan begal tersebut.
Peristiwa ini pun didengar warga sekitar. Mereka berdatangan, termasuk Kasun Jetis, Ainul Yakin. Ia meminta bantuan agar membawa Sandi ke Puskesmas Winongan.
“Saya berusaha mengejar pelakunya ke arah Timur,” ucapnya kepada Radar Bromo (Jawa Pos Group).
Namun menurut warga lainnya, usai kabur ke arah Timur, pelaku berbalik arah menuju Utara atau Grati, Pasuruan. Kades Prodo, Lukman Hakim menjelaskan, dari keterangan korban, pelaku begal berjumlah enam orang dan berboncengan dengan menggunakan empat motor. 
Salah satu pelakunya, bahkan teridentifikasi perempuan. Sayangnya, saat melakukan aksinya itu, mereka menggunakan helm teropong.
“Korban sudah diincar sejak masuk Desa Prodo. Sebab, penuturan korban, pelaku yang membuntuti sudah memberikan kode lampu sein. Saat ini, Sandi dirawat di RSSA Malang,” terangnya. (rb/mar)  

Berita Terkait

Berita Lainnya :