Apeng Minta Bebas


 
MALANG - Senin (26/3) nanti, terdakwa kasus dugaan penipuan penggelapan Timotius Tony Hendrawan Tanjung alias Apeng, bakal mendengar putusan hakim PN Malang. Senin (19/3), Apeng membacakan duplik atas replik dari JPU Kejari Malang. 
Dia tetap menginginkan majelis hakim memberi putusan bebas bagi dirinya. Anggota tim kuasa hukum Apeng, Ari Hariadi SH membacakan duplik jawaban terdakwa terhadap replik JPU, di hadapan majelis hakim yang diketuai Rightmen MS Situmorang SH, MH. 
Selaku kuasa hukum terdakwa, Ari memohon kepada ketua majelis hakim untuk menolak jawaban JPU.
“Kami tetap menyatakan terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah,” terang anggota tim kuasa hukum Sumardhan SH ini.
Dia menegaskan, fakta persidangan menyebut bahwa para saksi tidak pernah diperiksa pada tahun 2016. Replik yang diajukan oleh JPU, tidak sesuai dengan fakta persidangan. Para saksi hanya diperiksa sesuai BAP pada tahun 2009, bukan tahun 2016. 
Ari melanjutkan, redaksional isi surat dakwaan pertama pasal 372 KUHP dan uraian kedua pasal 378 KUHP, dipersamakan. Padahal, menurut Ari, unsur pasal 372 dan 378 merupakan dua pasal yang berbeda. 
"Inti pasal 372 KHUP, perbuatannya bukan karena kejahatannya. Sedangkan pasal 378 KUHP, perbuatan dari awal sudah ada niat kejahatan sebagaimana bunyi kedua pasal tersebut,” sambung Ari di hadapan sidang.
Dia mengatakan bahwa surat dakwaan harus jelas, memuat unsur tindak pidana yang dipertegas sebagai dasar menjerat kliennya Apeng. Namun, menurutnya, surat dakwaan tidak bisa menjelaskan secara rinci tindak pidana Apeng.
Sehingga Ari menganggap surat dakwaan harusnya batal demi hukum sejak awal persidangan.
“Sebelum sidang, harusnya ada pra penuntutan untuk menguji kekuatan BAP yang dipakai menjerat klien saya,” tambahnya. (fin/mar)

Berita Lainnya :

loading...