Jangan Takut, Ijazah Pieter Sah!


 
MALANG - Polemik diantara dua kubu Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP-PT PGRI) Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) bakal berimbas pada wisuda mahasiswanya tahun ini. Terutama keabsahan ijazah yang dikeluarkan. Kepada Malang Post, beberapa mahasiswa yang ditemui mengaku resah dengan nasib ijazah mereka. 
“Bagaimana nasib kami? Siapa yang tandatangan nanti? Jangan sampai ijazah kami tidak diakui di dunia kerja dan dianggap palsu karena ditandatangani rektor tak sah,” ucap mereka.   
Menanggapi masalah ini, MS. Alhaidary, SH, MH, kuasa hukum PPLP-PT PGRI Unikama kubu Soedja’i meminta agar mahasiswa tidak resah. Sebab, hingga sekarang, hanya Pieter Sahertian yang diakui dan tercatat sebagai Rektor Unikama di Kopertis Wilayah VII Jatim dan Dikti. 
“Pak Pieter silahkan tandatangan ijazah mahasiswa yang wisuda. Tidak perlu takut ada tuntutan hukum atau class action di belakang hari nanti,” tegasnya.
Ia menekankan, Pieter tidak dapat digantikan oleh Pjs rektor Prof. Dr. Tauchid Noor yang diangkat PPLP-PT PGRI Unikama kubu Christea. Menurut mantan Ketua DPC Ikadin Malang Raya ini, tidak ada dasarnya Christea melakukan penggantian rektor secara sepihak.
Itu, kata dia, berbanding terbalik dengan surat edaran tentang persyaratan dan prosedur pengangkatan pimpinan PTS yang diatur dalam PP No 57 Tahun 98 tentang pendidikan tinggi.
“Seharusnya, kalau mau  menurunkan rektor dari jabatannya, silakan gugat SK pengangkatan Pieter dulu ke pengadilan. Bukan seenaknya sendiri, dengan berbekal SK Mengkumham lalu mengganti klien kami. Mahasiwa yang mau wisuda malah merasa dirugikan,” paparnya panjang lebar.
Ia juga menyindir beberapa kali ungkapan dari Christea yang menyatakan kepengurusan PPLP-PT PGRI Soedja’i sudah selesai.
“Dia tidak sadar. Kalau pak Soedjai dianggap selesai, dia juga selesai karena masih menjadi wakilnya,” ungkap Haidary, sapaan akrabnya melalui sambungan telepon.
“Lalu, dia mengajak Pak Soedja’i melakukan Rapat Umum Anggota (RUA) untuk apa?  Dia sudah bukan anggota PGRI karena sudah dipecat. Apalagi dia menulis dirinya sendiri sebagai Wakil Ketua PPLP-PT PGRI Unikama, saat satu PPLP-PT PGRI dengan pak Soedjai,” pungkas Haidary. (mar)

Berita Lainnya :

loading...