Aduk Semen, Mendadak Tewas


 
BLITAR – Imam Safii, 44, warga Dusun Pungkalan, Desa/Kecamatan Wonotirto, Blitar, ditemukan tewas saat sedang bekerja di rumah Suyamat, 55, warga Dusun Krajan Desa/Kecamatan Wonotirto, Rabu (21/3).
Saat ditemukan posisi korban tergeletak sambil memegang bor listrik pengaduk semen. Korban bekerja di rumah Suyamat sebagai tukang bangunan membuat kabinet dapur. Sebelumnya, pukul 08.00, korban sarapan di dapur rumah Supiah, tetangga Suyamat. 
Selama sarapan atau makan pagi, korban mengeluh kepada Supiyah kalau kondisinya kurang sehat dan badannya sakit semua. Sekira jam 09.30, setelah selesai sarapan, korban kembali bekerja untuk membuat adukan semen putih dan lem untuk bahan plamir dinding dapur. 
Kemudian memegang mesin bor untuk mengaduk adukan tersebut  sambil menancapkan kabel bor ke listrik yang ada tiang. Tiba- tiba korban jatuh tidak sadarkan diri dengan posisi miring menghadap ke utara kepala di sebalah timur.
“Yang mengetahui pertama kali saksi Sugirah, dia melihat korban tergeletak tak bergerak. Saksi menyangka korban tersengat listrik. Dia berlari ke depan rumah untuk meminta bantuan tetangganya,” ungkap Kasubbag Humas Polres Blitar AKP Purwadi.
Lantas beberapa tetangga datang memeriksa korban. Dari pemeriksaan tersebut diketahui korban sudah tidak bernafas.
“Anggota Polsek Wonotirto dan Puskesmas telah memeriksa tubuh luar korban. Hasilnya tidak ditemukan lecet sedikitpun di tubuh korban maupun tanda tersengat listrik,” paparnya.
Selanjutnya keluarga menolak untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan autopsi. Pihak keluarga menerima kematian korban murni akibat musibah.
“Dari keterangan keluarga korban punya riwayat sakit jantung dan asam urat,” pungkasnya. (bt/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...