Ingin Momongan Ternyata Mandul


 
ANAK memang menjadi pelengkap dalam sebuah rumah tangga. Tanpa hadirnya anak, keluarga terasa kurang lengkap. Karena selain penghibur, anak juga menjadi penerus keluarga. 
Hal inilah yang menjadi salah satu alasan Ronald, untuk menjatuhkan talak pada Amel, istrinya. Warga Kecamatan Ngantang ini, mengajukan talak cerai ke Pengadilan Agama Kepanjen, karena Amel dianggap mandul. 
"Saya sudah lama mengidamkan anak. Tetapi ternyata istri tidak bisa memberikan momongan," ujar Ronald, saat mengajukan talak cerai ke Pengadilan Agama Kepanjen.
Ronald menikahi Amel sekitar lima tahun lalu. Sebelumnya mereka berpacaran selama tiga tahun. Keduanya kenal lantaran sebelumnya adalah teman sekolah. Ronald memilih Amel, karena menganggap bahwa Amel adalah wanita sempurna. Ia berharap Amel bisa menjadi ibu dan istri yang baik. 
Pernikahannya pun saat itu digelar dengan sangat megah. Selama tiga tahun menikah mereka hidup bahagia. Tidak ada permasalahan apapun. Meskipun dalam hati, Ronald sudah sangat mengidamkan momongan. 
Bahtera rumah tangga mulai goyah, ketika Ronald didesak oleh orangtuanya untuk segera memiliki anak. Ronald mengatakan sedang memprogram. Namun setahun kemudian ditunggu-tunggu ternyata tidak kunjung mendapatkan anak. 
Ronald baru mengetahui kalau ternyata Amel mandul, setelah memeriksakan ke dokter kandungan. Oleh dokter Amel divonis tidak bisa memiliki anak. Dari situlah akhirnya hati Ronald hancur. 
Karena terus didesak oleh orangtua untuk segera memberi cucu, akhirnya Ronald meminta solusi pada Amel. Amel pun meminta supaya Ronald menikah lagi dengan wanita yang bisa memberikan anak. Namun syaratnya Amel meminta supaya diceraikan. 
Meskipun berat hati karena masih cinta, namun karena desakan orangtua akhirnya keputusan terberat diambil oleh Ronald.
"Sebetulnya saya masih sayang sama Amel. Tetapi karena kemauannya dan orangtua meminta momongan, keputusan ini terpaksa saya ambil," ucapnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :