Lega Motornya Kembali Setelah Digondol Polisi Gadungan

 
MALANG - Bambang Budiono, 44 tahun warga Jalan Muharto Gang 5B merasa lega setelah Motor Supra Fit X warna hitam Nopol N 4815 AB miliknya ditemukan kembali. Satu-satunya motor miliknya ini, sempat digondol polisi gadungan Hasan Bisri, 46 tahun, warga Pamekasan yang berdomisili di Kecamatan Ambulu, Jember, (23/7) lalu.
Budi panggilan akrab Bambang Budiono mengetahui motornya ditemukan kembali setelah dihubungi Polsek Sukun sekitar seminggu yang lalu.  Namun hingga kini, pria yang sehari-hari berjualan nasi goreng itu, belum juga mendatangi Mapolsek Sukun.
‘’Saya sudah dibel pihak Polsek Sukun sampai dua kali. Namun saya belum juga datang ke sana karena masih geregetan dengan pelaku yang menipu saya,’’ kata Budi ketika ditemui Malang Post, di rumahnya, kemarin.
Budi mengaku geregetan karena Hasan Bisri mengaku sebagai polisi, ternyata polisi gadungan dan mengondol motornya.
Menurut Budi yang sehari-hari sebagai pedagang kaki lima di kawasan bekas kantor BMT Jalan Ade Irma Suryani ini, ia sebelum tidak mengenal sama-sekali dengan Hasan Bisri. Malam itu (23/7), Hasan yang mengaku sebagai polisi datang ke rombong warung nasi gorengnya.
Sebelum warungnya buka, Hasan Bisri sudah di tepi jalan dekat warungnya dan terus mengawasinya sambil berbincang-bincang dengan salah satu tukang becak. Korban tidak merasa curiga jika pelaku berniat jelek dengan melakukan penipuan.
“Mungkin masih menunggu saya beres-beres untuk jualan soalnya memang memakan waktu agak lama,” ungkap Budi, kemarin. 
Sekitar pukul 18.30 barulah Hasan Bisri mulai melakukan aksinya dengan mendekati Budi dengan berpura-pura membeli nasi goreng.
“Orangnya itu makan seperti pembeli biasa, dia juga bayar waktu membeli. Bahkan ia juga menemani pelanggan saya mengobrol agak lama,” papar pria kelahiran tahun 1970 itu. 
Saat makan nasi goreng ini Hasan Bisri mengaku sebagai anggota polisi dari Polda dan baru saja melakukan penyelidikan. Budi pun tidak menaruh rasa curiga sama sekali kepada Hasan Bisri  dan percaya begitu saja dengan polisi gadungan itu. 
Tidak lama kemudian ketika keadaan warungnya ramai pembeli, Hasan Bisri mulai beraksi. Ia meminjam motor Budi dengan alasan untuk menjemput temannya yang berada di kawasan SPBU Sawahan. Karena mengaku sebagai polisi, korban pun percaya begitu saja.
Apalagi Hasan Bisri juga meninggalkan kunci mobil dan rokok yang ditutupi topi. Pelaku juga meninggalkan uang Rp 50 ribu dengan alasan untuk dibuatkan dua porsi nasi goreng lagi untuk temannya  yang akan di jemputnya.
Setelah satu jam menunggu Hasan Bisri tidak juga datang membawa motornya, Budi mulai curiga.
“Saya baru sadar kalau saya melihat laki-laki itu tidak membawa mobil atau kendaraan apapun,” kenang Budi. 
Apalagi ketika Budi membuka topi milik Hasan Bisri yang ditinggalkan  adalah kunci polos atau kunci palsu. Merasa ditipu, Budi segera pergi melaporkan ke Polsek Klojen dan memberikan semua barang yang ditinggalkan milik Hasan Bisri sebagai barang bukti. 
Polisi segera menindak lanjutinya pada saat itu dan menjelaskan pada Budi bahwa Hasan Bisri memang sedang masa pengejaran. 
“Saya sudah ada niat untuk tidak membayar pajak motor soalnya barangnya sudah hilang, karena memang pajaknya mati sehari sebelum hilangnya motor saya. Namun niat itu saya urungkan ketika saya mendapat telepon dari Polsek Klojen baru saya bisa bernafas lega karena Hasan Bisri sudah tertangkap dan motor saya berada di Polsek Sukun,” ungkap Budi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hasan Bisri telah melakukan penipuan terhadap 28 TKP di wilayah Malang Raya dengan modus berpura-pura sebagai anggota polisi. Ia ditangkap di Polsek Sukun dan polisi mengamankan 13 motor. Salah satunya milik Bambang Budiono.(mg1/jon)

Berita Lainnya :