Wisatawan Tangerang Kena Gendam


MALANG - Kejahatan penggendaman terjadi di tempat umum Kota Malang. Korbannya adalah Sri Prabowo, 49, warga Bumi Mas Raya RT03 RW08 Cikokol, Tangerang yang sedang berwisata di Kota Malang.
Dia diduga digendam oleh dua orang pria yang menguras ATM miliknya dengan nilai uang Rp 9,4 juta. Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa ini dilaporkan pada Rabu 21 Maret 2018 lalu. Sekitar pukul 06.00 WIB, Prabowo yang merupakan karyawan salah satu BUMN di Tangerang, berjalan-jalan pagi di kawasan Alun-Alun Merdeka Malang.
Dia tidak ditemani siapapun saat menikmati suasana pagi di jantung Kota Malang. Tak lama berselang, Prabowo yang terlihat sendirian, dihampiri oleh seorang pria. Pria tersebut mengaku bernama M Yusuf. Pria tersebut bertanya-tanya soal Malang.
Termasuk Alun-Alun Merdeka yang dikunjungi oleh Prabowo. Saat Prabowo bertanya tentang pekerjaan, M Yusuf mengaku bekerja di bidang perminyakan. Beberapa saat kemudian, datang lagi seorang pria, mengaku bernama Syam.
Pria kedua ini juga menghampiri Prabowo. Syam mengaku sebagai donatur masjid di Blitar. Saat perbincangan terjadi, diduga Prabowo sudah mulai kehilangan kesadaran, dan berada di bawah pengaruh gendam dari pelaku.
Karena, Prabowo tanpa sadar mau-mau saja diajak menuju ATM BRI di depan Ramayana Dept Store Jalan Merdeka Timur yang tidak jauh dari lokasi. Setelah dibawa ke ATM, Prabowo langsung dinaikkan ke dalam mobil para pelaku, dan diantarkan ke hotel tempatnya menginap selama di Malang.
Yaitu Ibis Hotel di Jalan Letjen S Parman. Prabowo ditinggal begitu saja di depan hotel. Sementara, pelaku yang membawa mobil langsung pergi. Tak lama, Prabowo tersadar dengan dentingan bunyi smartphone miliknya.
Dari hape miliknya ini, muncul notifikasi yang menyebut rekening ATM nya sudah melakukan penarikan sebanyak empat kali. Uang yang ditarik sejumlah Rp 9,4 juta. Ketika melihat uangnya ditarik, Prabowo langsung sadar bahwa dia sudah menjadi korban kejahatan.
Hari itu juga, Prabowo melaporkan kejadian ini ke Polres Makota. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menyebut laporan sudah diterima dan dilidik. “Kasus ini dalam proses lidik,” terang Marhaeni. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...