Kades Druju Kembali Digoyang


MALANG - Masyarakat Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, melalui kuasa hukumnya Rachman Sulaiman, SH, menagih perkembangan kasus dugaan penyalahgunaan ADD 2013 - 2014 yang dilakukan oleh Kades Druju, Mujiono ke Polres Malang.
Pasalnya sudah tiga tahun ini, kasus tersebut ngendon dan tidak ada titik terang. “Surat sudah kami kirimkan ke Polres Malang, dengan tembusan Kapolda Jatim dan Kajari Kepanjen. Selama tiga tahun ini, kasusnya jalan di tempat," ungkap dia kepada Malang Post.
Menurutnya, warga melaporkan dugaan penyalahgunaan ADD 2013 dan 2014 yang tidak jelas peruntukannya ke Polres Malang pada 27 Juni 2015 lalu. Anggaran bantuan pemerintah tersebut, diduga dihabiskan Kades Druju, Mujiono. Nilainya sekitar Rp 200 juta.
"Yang diselewengkan adalah anggaran seperti pengadaan seragam Linmas dan fasilitas olahraga pemuda desa. Padahal laporan warga saat itu, didukung dengan hasil audit dari BPKP Jatim, tetapi kenyataannya kasusnya tidak jalan," jelasnya.
Penagihan perkembangan penyidikan dugaan korupsi ini, juga karena warga tidak puas dengan kepemimpinan Mujiono. Termasuk dengan hukuman kasus pungutan liar (Pungli) yang dijalani oleh Mujiono.
Sebab Mujiono, yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polda Jatim, pada akhir Desember 2017 lalu, hanya divonis hukuman selama tiga bulan. Bahkan sekarang ini, Mujiono sudah bebas dari masa hukuman.
"Ini kan lucu, masak kena OTT hanya divonis tiga bulan. Kalau di belakang tidak bermain, tentu vonisnya lebih," ucapnya. Selain dugaan penyelewengan ADD 2013 dan 2014, masyarakat Desa Druju, juga akan melaporkan kembali dugaan korupsi ADD tahun 2015, 2016 dan 2017.
Pasalnya peruntukan anggaran selama tiga tahun itu juga tidak jelas kemana. Hanya saja, warga masih mencari bukti pendukung seperti audit dari BPKP Jatim.  Tidak hanya itu saja, warga juga mempertanyakan soal uang tanah kas desa yang dikontrakkan oleh Kades Druju.
Tahun 2017, Mujiono diketahui menyewakan lahan kas desa untuk akses jalan penambangan batu. Besarannya sekitar Rp 600 juta, kepada salah satu pengembang. “Kemana uang hasil sewa itu, juga tidak jelas. Warga sama sekali tidak ada yang tahu,” tegasnya.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, dikonfirmasi mengaku masih belum mengetahui kasus dugaan penyelewengan ADD tersebut. Termasuk surat warga Desa Druju yang dikirim pada 20 Maret lalu, untuk menanyakan perkembangan penyidikan.
“Saya akan kroscek dulu kepada anggota yang menanganinya. Kami pasti akan dalami lagi kasus ini, karena laporannya juga sudah lama. Sudah sejauh mana perkembangan penyidikannya,” ungkap Adrian. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :