Hobi Mabuk dan Wanita


 
HANYA karena cinta, Amel, 30, mau dinikahi oleh Ronald, 28, warga Kecamatan Kedungkandang. Kendati beda usia dua tahun, Amel warga Kecamatan Kedungkandang tidak mau menjalani rumah tangga dengan brondong. 
Walaupun pekerjaan Ronald hanya seorang juru parkir, Amel tak peduli selama dapur mengepul dan cinta bersemi. Keduanya menikah di Bangkalan, Madura, Maret 2012 lalu. Di hadapan penghulu, Ronald mengucap janji sumpah setia kepada Amel. 
Dengan penuh rasa bahagia, Amel pun bersedia tinggal bersama Ronald di rumah di kawasan Kedungkandang. Pernikahan keduanya pun berjalan harmonis. Sayang, sejak menikah, Amel belum bisa mengandung seorang anak. 
Lama-kelamaan, Ronald yang berharap memiliki keturunan, mulai menunjukkan rasa tidak senangnya. Ronald mulai jarang pulang. Dia tak pernah pamit ketika berpergian. Ketika ditegur, Ronald selalu marah-marah kepada Amel.
Ternyata, Ronald jarang pulang bukan karena rajin bekerja. Dia ternyata sibuk mabuk-mabukan dan bermain wanita lain. Puncak pertengkaran pun terjadi pada Oktober 2017. Setelah beradu mulut, Ronald dengan amarah memulangkan Amel ke rumah orangtuanya. 
Tanpa pamit, Ronald pun pergi. Sejak saat itu pula, Amel tak lagi hidup bersama Ronald. Akhirnya, Januari 2018 lalu, Amel akhirnya mengajukan cerai ke Pengadilan Agama Malang.
Kepada hakim, Amel mengaku tidak kuat lagi menjalani pernikahan tersebut. Ronald sendiri, tidak mau datang ke persidangan cerai walaupun sudah diundang oleh hakim. Dalam pembacaan putusan, hakim menjatuhkan talak satu tergugat Ronald. 
“Menjatuhkan talak satu ba’in sughro tergugat terhadap penggugat,” tegas hakim. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :